Home Hukum dan Kriminal Satpol PP Razia Miras, Oknum PNS Kabur

Satpol PP Razia Miras, Oknum PNS Kabur

Razia miras

Semarang, 12/2 (BeritaJateng.net) – Puluhan minuman keras (miras) berhasil diamankan oleh petugas Satpol PP Kota Semarang dalam razia rutin, Kamis.

Bahkan, dalam razia ini juga diketahui seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) langsung kabur saat mengetahui kedatangan petugas.

Dari pantuan dilapangan, razia miras yang dilakukan oleh puluhan petugas satpol PP berada di daerah Dadapsari Kecamatan Semarang Utara. Razia dilakukan pada sebuah warung milik seorang warga daerah tersebut.

Razia ini juga sempat diwarnai cekcok dengan pemilik warung yang tidak ingin warung miliknya dirazia petugas. Namun demikian, para petugas juga bersikeras tetap melakukan penggeledahan dan berhasil mengamankan sebanyak 32 miras dan ratusan botol kosong yang sudah terjual.

Kabid Trantibunmas Satpol PP Kota Semarang, Kusnandir mengakui telah mengamankan puluhan botol miras yang masih berisi dan ratusan botol miras kosong dari tangan penjual. Bahkan, diketahui seorang oknum PNS masih berpakaian dinas yang diduga termasuk dari salah satu pembeli.

“Oknum PNS yang belum diketahui dari instasni itu langsung kabur dan lolos dari kejaran petugas. Sebab, begitu mobil petugas datang, mereka bersama para pembeli lain kabur meninggalkan tempat itu. Tapi dari penggeladahan berhasil mengamankan 2 dos miras dengan jumlah 32 botol dan ratusan botol miras kosong,” ungkapnya.

Lanjutnya mengatakan, razia ini dilakukan dengan alasan keberadaan tempat tersebut sangat meresahkan warga. Lokasi haram itu juga tidak jauh dengan sebuah masjid.

Bahkan, tempat itu sebelumnya juga sudah diadukan oleh tokoh agama setempat kepada Walikota Semarang, Hendrar Prihadi ketika melakukan kunjungan di daerah tersebut.

“Tempat itu dekat masjid. Banyak orang yang minum mabuk-mabukan ditempat itu pada saat orang lagi menjalankan sholat Jumat. Anehnya, para pembeli yang datang rata-rata dari luar kampung itu. Pemilik warung juga sudah diperingatkan oleh warga setempat,” terangnya.

Sementara, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro P Martanto mengakui pemilik warung tidak bisa mengelak setelah petugas melakukan penggeledahan dan mendapatkan puluhan miras berisi dan ratusan botol kosong miras yang sudah dibeli pelangganya.

Menurutnya, tindakan tersebut melanggar perda nomor 8 tahun 2009. Tentang pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol.

“Pemilik warung kita sita identitas kartu tanda penduduk yang nantinya akan menjalani sidang tipiring di pengadilan negeri Semarang. Seperti dalam pengalaman kemarin pada saat razia di lokalisasi Gambilangu, penjual dikenakan denda Rp 500 ribu atau denada kurungan 3 bulan penjara,” tegasnya. (BJ05)