Home News Update Satpol PP Paksa Pedagang Pancakan Pindah ke Basement Pasar Bulu

Satpol PP Paksa Pedagang Pancakan Pindah ke Basement Pasar Bulu

422
0
Para pedagang pancakan yang sebelumnya berjualan di jalan, kini menempati Basement pasar Bulu., foto/Bj05
Para pedagang pancakan yang sebelumnya berjualan di jalan, kini menempati Basement pasar Bulu., foto/Bj05
Para pedagang pancakan yang sebelumnya berjualan di jalan, kini menempati Basement pasar Bulu., foto/Bj05

Semarang, 16/1 (beritajateng.net) – Para pedagang pancakan yang masih berjualan di jalan Jayengan dan HOS Cokroaminoto dipaksa petugas Satpol PP Kota Semarang untuk pindah ke Pasar Bulu.

Berdasarkan pantauan lapangan, Jum’at (16/1) , Petugas Satpol PP terpaksa memindahkan barang dagangan milik pedagang yang masih berjualan di jalan Jayengan dan jalan HOS Cokroaminto. Selain itu, para petugas juga terpaksa membongkar lapak pedagang yang berada dijalan tersebut.

Kabid Trantibunmas Satpol PP Kota Semarang, Kusnandir mengakui, penertiban ini dilakukan supaya para pedagang yang berada di jalan segera masuk berjualan ke dalam pasar. Sebab, batas toleransi yang diberikan pedagang sudah berkhir.

”Seharusnya kan tanggal 15 Januari kemarin. Namun para pedagang belum pindah. Sekalian kemarin saya sosialisasikan kepada pedagang diberi toleransi waktu supaya tanggal 16 Januari sudah tidak lagi berjualan dijalan ini. Namun mereka masih saja nekat jualan ditempat ini. Sehingga kami harus melakukan tindakan untuk penertiban,” ungkapnya.

Para pedagang yang masih berjualan di jalan Jayengan dan jalan HOS Cokroaminoto merupakan pedagang pancakan atau pedagang pagi. Mereka sudah diberi tempat oleh Dinas Pasar untuk berjualan di basement lantai bawah pasar Bulu. Namun demikian, para pedagang kurang merespon dan masih nekat jualan di jalan tersebut.

“Kalau mereka tidak segera masuk ke dalam pasar ditempat yang sudah disediakan akan menimbulkan protes para pedagang yang di dalam. Sebab, para pedagang yang di dalam baik lantai satu, dua dan tiga mengancam turun dan julan lagi di luar kalau masih ada pedagang pancakan yang masih jualan di luar pasar,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pasar Trijoto Sardjoko mengakui, pedagang pancakan sudah diberi tempat di basement lantai bawah. Namun para pedagang masih nekat berjualan di jalan. Sehingga dengan tegas petugas mengambil sikap untuk melakukan penertiban.

“Saat ini pedagang pancakan sudah masuk semua di basement sesuai tempatnya. Namun, nantinya kita akan melakukan pengundian tempat supaya mereka tidak saling rebutan tempat,” katanya.

Kabid, Penataan Dinas Pasar Kota Semarang, Bachtiar Effendi menambahkan, pedagang pancakan yang mendapat tempat jualan di bassement berjumlah mencapai 395 pedagang.(Bj05)