Home Hukum dan Kriminal Satpol PP Gerebek Peternakan Anjing Yang Resahkan Masyarakat

Satpol PP Gerebek Peternakan Anjing Yang Resahkan Masyarakat

Satpol PP Kota Semarang menggerebek peternakan Anjing di Perum Dinar Elok Kelurahan Meteseh, Tembalang, Semarang.
Satpol PP Kota Semarang menggerebek peternakan Anjing di Perum Dinar Elok Kelurahan Meteseh, Tembalang, Semarang.
Satpol PP Kota Semarang menggerebek peternakan Anjing di Perum Dinar Elok Kelurahan Meteseh, Tembalang, Semarang.

Semarang, 8/10 (BeritaJateng.net) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang lakukan penggerebekan terhadap tiga rumah digunakan sebagai tempat peternakan anjing di Perum Dinar Elok Blok A19 kelurahan Meteseh, Tembalang, Semarang, Kamis (8/10) siang.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Semarang Kusnandir mengatakan, penggerebekan tiga rumah ternak anjing dilakukan setelah pihaknya menerima pengaduan dari masyarakat sekitar yang merasa resah dengan keberadaan peternakan anjing tersebut.

“Aduan dari masyarakat yang terganggu karena bising suara anjing dilingkungan perumahan, terlebih mayoritas warga adalah muslim. Bahkan ada warga yang mengadu pernah digigit anjing saat anjing lepas dari kandangnya,” ujar Kusnandir.

Selain Satpol PP, hadir pula Babin Kamtibmas, Babinsa, Ketua RT dan puluhan warga masyarakat yang berteriak meminta anjing-anjing tersebut dipindahkan dari pemukiman warga.

Sempat terjadi adu mulut dan sitegang antara petugas dengan pemilik ternak anjing Ibu Ninik dan Joko yang merupakan warga Jakarta. Namun dengan perdebatan panjang pemilik ternak akhirnya luluh.

Sementara warga yang geram dengan adanya ternak anjing tersebut mengeluarkan ultimatum agar akhir bulan Oktober harus dipindahkan. “Sebetulnya warga tidak keberatan kalau hanya memelihara satu atau dua anjing, namun karena jumlahnya puluhan anjing dengan kondisi anjing yang kemungkinan berpenyakit membuat warga semakin resah,” katanya.

Sempat terjadi adu mulut antara pemilik ternak anjing dengan masyarakat sekitar, namun setelah ditengahi petugas akhirnya pemilik rumah bersedia menyepakati perjanjian.
Sempat terjadi adu mulut antara pemilik ternak anjing dengan masyarakat sekitar, namun setelah ditengahi petugas akhirnya pemilik rumah bersedia menyepakati perjanjian pemindahan peternakan keluar dari perumahan.

Untuk mengakomodir warga masyarakat dengan pemilik ternak, sempat dilakukan rapat di rumah ketua RT.  Menurutnya, pemilik ternak melanggar Perda 6 tahun 2007 tentang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat verliner.

“Dari hasil audiensi tersebut disepakati bahwa pemilik anjing diberikan kesempatan untuk memindahkan anjing-anjingnya keluar dari pemukiman. Namun apabila dalam batas waktu yang ditentukan tidak dilakukan pemindahan maka Satpol akan bertindak tegas dengan penyitaan anjing dan rumah ternak karena dianggap meresahkan warga,” beber Kusnandir. (BJ05)