Home Hukum dan Kriminal Satpol PP Gelar Razia, Gelandangan Sembunyi di Gorong-gorong

Satpol PP Gelar Razia, Gelandangan Sembunyi di Gorong-gorong

Gelandangan ditangkap saat sembunyi di gorong-gorong
Gelandangan ditangkap saat sembunyi di gorong-gorong
Gelandangan ditangkap saat sembunyi di gorong-gorong

Semarang, 11/2 (BeritaJateng.net) – Sebanyak 46 Pengemis Gelandangan dan Orangtua Terlantar (PGOT) di jaring petugas Satpol PP Kota Semarang dalam razia yang di gelar Rabu Siang. Beberapa PGOT bahkan bersembunyi didalam gorong-gorong saat hendak diciduk.

Dari pantauan dilapangan, penangkapan diwarnai aksi kejar-kejaran antara PGOT dan petugas Satpol PP, bahkan dalam penangkapan razia tersebut seorang Ibu lanjut usia melarikan diri bersembunyi didalam gorong-gorong ketika mengetahui petugas datang yang hendak menangkapnya.

Meskipun demikian, petugas tetap melakukan penangkapan dengan cara ikut masuk kedalam gorong-gorong berkedalaman 150 meter.

Kabid Transtibunmas Satpol PP Kota Semarang, Kusnandir mengatakan dalam razia rutin yang digelar ini sedikitnya menangkap puluhan PGOT yang tersebar di jalan-jalan protokol Kota Semarang.

“Razia ini dilakukan menjadi tiga bagian. Penyisiran mulai Bundaran Kalibanteng, Pahlawan, Peterongan, A.Yani, Pemuda, Johar, Kota Lama, Pemuda, Bundaran Tugumuda dan Siliwangi,” ungkapnya.

Menurutnya, PGOT yang tertangkap razia ini dibawa petugas ke Mako Satpol PP untuk Pendataan. Dalam razia ini sebanyak 46 orang PGOT yang tejaring razia petugas Satpol.

“Termasuk pemain jatilan yang keberadaanya ditempat larangan juga kita amankan. Mereka, semua yang terjaring kita bawa ke Mako untuk didata dan selanjutnya kita serahkan ke panti untuk mendapatkan pembinaan,” terangnya.

Sementara, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro P Martanto mengakui razia PGOT ini dilakukan secara rutin. Hal ini dilakukan supaya wajah Kota Semarang lebih tertata dan terbebas dari PGOT.

“Para PGOT ini kita serahkan ke Panti Rehabilitasi Among Jiwo dan Panti Mardiwaluyo Semarang. Mereka disana akan mendapatkan pembinaan,” katanya.

Pihaknya menambahkan, para PGOT yang teejaring razia merupakan wajah lama yang sering ketangkap oleh petugas Satpol PP. Menurutnya, para PGOT yang dikirim ke panti rehabilitasi masih dinilai kurang jera. Pasalnya, para PGOT hanya mendapat pembinaan dengan waktu yang terlalu singkat.

“Memang para PGOT ini hanya mendapatkan pembinaan di panti selama 3 hari. Kalau saya rasa waktunya sangat singkat. Menurut saya, paling tidak satu sampai dua minggu. Dengan waktu lebih lama, mereka akan semakin jera. Tapi dari Dinsos sendiri sesuai RKA juga hanya 3 hari. Setelah itu dilepas,” pungkasnya. (BJ05)