Home Hukum dan Kriminal Sasar Kampanye Hitam, Polda Jateng Bentuk Satgas Anti Black Campaign

Sasar Kampanye Hitam, Polda Jateng Bentuk Satgas Anti Black Campaign

312
0
Sasar Kampanye Hitam, Polda Jateng Bentuk Satgas Anti Black Campaign
         Semarang, 6/1 (BeritaJateng.net) – Mengantisipasi adanya kampanye hitam atau black campaign pada pilkada serentak tahun 2018 di Jawa Tengah, Kepolisian Daerah Jawa Tengah membentuk satuan tugas atau satgas anti black campaign atau anti kampanye hitam.
           Satgas anti black campaign tersebut dikukuhkan oleh Kapolda Jateng Inspektur Jenderal Polisi. Condro Kirono dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Praja Candi 2018 di Lapangan Pancasila Kawasan Simpang 5 Kota Semarang Jawa Tengah,  Jumat (5/1).
            Personel satgas terdiri dari beberapa satuan termasuk Direktorat Kriminal Khusus,  Direktorat Kriminal Umum, Intelkam,  hingga Humas. Nantinya tim akan  berkoordinasi dengan tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) dalam penindakan.
           Kapolda Irjen Pol. Condro Kirono menjelaskan Satgas anti black campaign akan menindak perorangan yang melakukan kampanye gelap termasuk lewat media sosial. Sedangkan jika ditemukan kampanye gelap yang dikeluarkan medsos resmi milik tim sukses atau partai milik pasangan calon maka ditindak oleh tim gakkumdu.
             “Satgas anti black campaign itu nanti tugasnya adalah berpatroli melalui cyber, cyber patrol. Silahkan masyarakat kalau juga menemukan bisa mengirimkan ke hastag satgas anti black campaign jawa tengah” ujarnya saat apel gelar pasukan operasi Mantap Praja Candi 2018 di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Jumat (5/1).
            Kapolda juga berharap, selain pihak kepolisian peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menciptakan pesta demokrasi yang bersih dan aman di Jawa Tengah.
            “Tugasnya berpatroli melalui cyber patrol silahkan kalau masyarakat menemukan bisa kirim ke hastag #antiblackcampaignjawatengah,” tutur Condro.
           Pelaku kampanye hitam berisi fitnah maupun ujaran kebencian akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
           Satgas langsung bekerja meski pendaftaran bakal calon kepala daerah baru akan dibuka 8 Januari 2018.
             “Unggahan yang mengandung unsur SARA dan fitnah akan menjadi prioritas,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah Kombes Pol Lukas Akbar Abriari
             Sementara itu dalam pilkada serentak tahun 2018, terdapat 7 Kabupaten, Kota di Jawa Tengah yang menyelenggarakan pilkada diantaranya Kabupaten Banyumas, Temanggung, Kudus, Karanganyar, Tegal, Magelang dan Kota Tegal.
              Selain pemilihan Bupati dan Walikota di 7 daerah tersebut, Jateng juga akan menyelenggarakan pemilihan Gubernur di tahun 2019. Dalam pengamanan pilkada tersebut polda jateng mengerahkan 21 ribu 566 personel,  6 ribu personil TNI serta 13 ribu personel Linmas. (Nh/El)