Home Headline Sarjana Cabuli 8 Anak, Korban Diajak Menirukan Adegan di Video

Sarjana Cabuli 8 Anak, Korban Diajak Menirukan Adegan di Video

312
0
Kapolres Banyumas tunjukan barang bukti kasus pencabulan
           Purwokerto, 8/1 (BeritaJateng.net) – NA (27) warga Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas ditangkap Sat Reskrim Polres Banyumas atas tindak pidana pencabulan terhadap 8 anak di desanya. Tersangka yang merupakan sarjana lulusan dari Surabaya ini dilaporkan keluarga korban dan langsung diciduk oleh petugas kemarin.
            Tindak asusila ini sudah dilakukan tersangka sejak bulan Juni lalu terhadap korban RE (13), BT (15), AD (14), AK (17), GL (17) dan lainnya. Semua korban berjenis kelamin laki-laki dan dicabuli tersangka berulang kali di tempat yang berbeda.
            Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun mengatakan, modus yang digunakan tersangka dengan mengajak korban menonton video porno di laptop miliknya. Setelah korban terangsang dengan adegan di video yang diputar, tersangka lalu membujuk korban untuk menirukan adegan dalam video tersebut.
            ʺSaat tersangka melakukan pencabulan terhadap korban, tindakan tersebut direkam dengan HP milik tersangka dan dengan rekaman ini, tersangka memaksa korban untuk kembali lagi mengulangi perbuatan tersebut di lain waktu,ʺ kata kapolres Bambang, Senin (8/1).
            Tindak asusila tersebut antara lain pernah dilakukan tersangka kepada RE (13), Saat itu RE sedang berada di rumah neneknya, tersangka datang berkunjung dan langsung mengajak korban masuk ke kamar. Tersangka kemudian mengajak korban menonton video porno di dalam kamar. Di tengah film yang diputar, tersangka memerintah korban untuk melepas semua pakaiannya dan memaksa korban menirukan adegan dalam video yang ditonton bersama.
            Polisi penyita barang bukti berupa kaos dan celana yang digunakan tersangka, satu laptop milik tersangka dan HP yang digunakan tersangka untuk merekam aksinya.
            Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 82 ayat 1UU nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (yit/El)