Home News Update Santri Wajib Jaga Keutuhan NKRI

Santri Wajib Jaga Keutuhan NKRI

339
0
Anggota DPR RI Mujib Rohmat saat memberikan ceramah Ngaji Kebangsaan di Pondok Pesantren Al-Mukarror. 
          KENDAL, 12/12 (BeritaJateng.net) — Tugas utama santri selain berlajar dan berdakwah adalah menjaga keutuhan NKRI. Yakni harus siap menjadi garda terdepan membentangi menjaga NKRI dari berbagai ancaman yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan.
         “Santri bahkan sudah memberikan sumbangannya pada masa perjuangan. Sehingga bisa terbentuk NKRI seperti sekarang ini. Makanya, wajib bagi santri ini untuk meneruskan perjuangan para pendahulunya untuk menjaga NKRI,” kata Anggota DPR RI Komisi X, Mujib Rohmat dalam Nagji Kebangsaan di Pondok Pesantren AL-Mukarror, Mangkang Kulon.
         Dikatakannya, para pendahulu santri seperti KH Hasyim Asyari  yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional karena telah ikut merumuskan NKRI. Bahwa NKRI ini dibangun tidak berdasarkan agama, melainkan kebhinekaan.
          “Sebab tidak mungkin negara ini dibangun berlandaskan satu agama saja. Indonesia ini sudah sejak dari dulu beragam agama, suku dan budaya. Jika saat itu masih saling mempertahankan egonya untuk mendirikan negara sesuai agamanya maka belum tentu sekarang ini Indonesia merdeka,” tuturnya.
          Tapi saat itu, demi untuk mencapai sebuah kemerdekaan.  Seluruh pahwalan bangsa ini melepaskan identitasnya, baik itu idenitas daerah, suku, budaya, ras bahkan agama. “Sehingga semua bisa bersatu melawan penjajah. Sehingga Indonesia ini bisa merdeka,” tuturnya.
           Perjuangan Hasyim Asyari dilanjutkan oleh putranya Wahid Hasyim. Ia menunjukkan sebagai sosok muslim yang menjunjung tinggi toleransi dan juga adil. Ia juga seorang santri yang pandai melakukan diplomasi.
          “Pergaulannya sangat luas dan belajarnya juga sangat pandai. Sehingga ia adalah seorang santri pertama yang diangkat sebagai menteri agama saat itu pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno,” jelasnya.
          Dihadapan 150 santri, Mujib berpesan agar para santri ini tidak hanya berhenti belajar kitab-kitab saja. Tapi memahami kemudian memadukan dengan kitab lain, untuk selanjutnya dipadukan dengan konteks ke kinian. Sehingga bisa menghasilkan karya baru.
           “Selain itu bergaullah dengan orang sebanyak mungkin sehingga bisa memahami arti pentingnya kebhinekaan. Bahwa keragaman ini adalah rahmat dari Allah yang harus disyukuri,” imbuhnya. (sty/El)