Home Headline Santer Disebut di Media, Rumah Keluarga Bahrun Naim Tertutup Rapat

Santer Disebut di Media, Rumah Keluarga Bahrun Naim Tertutup Rapat

SOLO, 15/1 (BeritaJateng.net) – Nama Bahrun Naim di sebut sebagai salah satu otak pengemboman di Suriah oleh Kepala Kepolisian Daerah Metro DKI Jakarta Inspektur Jenderal Tito Karnavian
Diperkuat dengan Wakil Kepala Kepolisian Komisaris Jenderal Budi Gunawan yang menyebutkan pihak Kepolisian sudah mendeteksi terjadi komunikasi dengan kelompok Suriah dan kelompok Solo yang dipimpin Abu Jundi yang sudah mempersiapkan anak-anak yang akan dijadikan bomber peledakan bom.

Pantauan beritajateng.net di kediaman Fathurahman orang tua Bahrun Naim, di Jalan Sungai Indragiri Sangkrah 59, Pasar Kliwon terlihat sepi. Ruko bertingkat dua berwarna biru laut yang menjual beragam olahan beku tutup. Padahal biasanya toko yang terletak di pinggir jalan besar itu selalu buka. Namun sejak nama Bahrun Naim santer di sebut-sebut di media, toko sekaligus rumah tinggal tertutup rapat.

Edy (65), pemilik warung Bakso yang buka tepat di depan ruko ayah Bahrun Naim menyebutkan biasanya toko itu setiap hari buka. Namun tidak tahu kenapa hari ini justru tutup.

Ketika ditanya siapa yang tinggal di rumah situ Edy menjelaskan rumah tersebut kesehariannya ditempati dua anak Fathur yang belum menikah.
Sedangkan Fathurahman lebih banyak berada di rumah satunya lagi dan masih di seputar Sangkrah.

Penjual bakso yang setiap hari mangkal di depan rumah Fathurahman mengaku sudah lama sekali tidak melihat Badrun Naim, atau biasa dipanggil Naim. Sudah beberapa tahun, Naim tidak pernah terlihat lagi.

“Yang ada di rumah cuma dua orang, kalau Naim, saya lama tidak pernah ketemu lagi,” jelasnya di Solo Jawa Tengah, Jumat (15/1/2016).

Edi juga menyampaikan keluarga Fathurahman ramah dengan masyarakat sekitarnya. Sehari-hari aktif di masjid Al-Amanah dan Jami.

“Pak Fatorrohman saya sering bertemu. Begitu pula dengan ibu Bahrun Naim, Siti Thoyyibah saya sering bertemu. Kebetulan Pak Fatorrohman imam di dua masjid. Jadi sering bertemu kalau sholat,”pungkasnya. (BJ)