Home Headline Sandiaga Uno Buka Halaqah Bersama Kyai Ulama di Pekalongan

Sandiaga Uno Buka Halaqah Bersama Kyai Ulama di Pekalongan

526
Sandiaga Uno Buka Halaqah Bersama Kyai Ulama di Pekalongan

Pekalongan, 15/3 (BeritaJateng.net) – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2 Sandiaga Uno membuka langsung acara Halaqah yang digelar oleh Komunitas Kyai Ahlussunah Wal Jamaah atau K2 Aswaja Jawa Tengah, di Hotel Sahid Mandarin Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis malam.

Acara Halaqah yang dihadiri oleh ratusan kyai NU dan pengasuh pesantren sejawa tengah dibuka secara langsung oleh cawapres Sandiaga Solahudin uno dan disambut oleh Muhammad Najih Maimoen Zubair dan Ahmad Wafi Maimoen Zubair Mursyid Toriqoh, serta sejumlah ulama lain yang hadir dalam halaqah.

Selain itu tokoh dan ulama di Jawa Tengah juga turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Habib Thohir Alkaf Tegal, Habib Abdullah Al Haddad Tegal, KH Anis bin Thohir Pekalongan, KH Abdus Shomad Pekalongan, Habib Syarief bin Ahmad Al Hamid Jepara, Habib Husein bin Ali Assegaf Solo dan tokoh kyai dan ulama lainnya.

Sandiaga Uno dalam sambutannya mengatakan bahwa halaqah tersebut menjadi tonggak bagi pasangan 02 untuk selalu mendengar masukan dari ulama dan kyai. Dia menyatakan, pasangan nomor 02 berkomitmen untuk selalu menjaga hubungan dengan kyai dan ulama. Karena menurutnya, doa dari kyai dan ulama adalah sebuah keberkahan.

“Ikhtiar adalah domainnya manusia namun hasil adalah milik Allah. Sehingga mari kita berdoa bersama,” ucapnya.

Sandiaga Uno Buka Halaqah Bersama Kyai Ulama di Pekalongan

Dia mengaku dalam 30 hari terakhir ini akan lebih banyak berdoa setelah sebelumnya terus melakukan kunjungan tanpa henti ke 1.500 titik lokasi di seluruh Indonesia. Berkaca pada Pilgub DKI 2017 lalu, dimana dalam 30 hari terakhir menjelang pemilu dia selalu berdoa dan hasilnya berbuah kemenangan.

Sandiaga, juga menyampaikan salah satu program yang akan dijalankan pasangan 02 jika terpilih yakni memgembangkan Santripreuneur.

“Ada 4 juta santri dan 28.000 pesantren di Indonesia yang alumninya sangat banyak. Ini adalah kekuatan yang sangat besar dimana santri tidak hanya belajar agama namun kedepan juga akan dibina agar dapat berniaga sehingga turut mewujudkan sistem ekonomi syariah di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Halaqah K2 Aswaja, Fatchullah Akbar Allatif menambahkan, kegiatan halaqah kali ini digelar sebagai bentuk keprihatinan K2 Aswaja atas situasi terkini bangsa dan Nu secara khusus.

Dia menyatakan, halaqah akan menerbitkan sebuah pernyataan sikap berbentuk rekomendasi yang merupakan rangkuman dari ide atau gagasan yang disampaikan para peserta halaqah.

“Halaqah ini menerbitkan sebuah pernyataan sikap dalam bentuk rekomendasi yang bisa menjadi pegangan di tengah tahun politik,” jelasnya.

Di akhir kegiatan, juga dibacakan hasil halaqah oleh Ketua K2 Aswaja, KH Ahfas Hamid Baidlowi yang berisikan lima rekomendasi. Yakni yang pertama, K2 Aswaja siap menjagaa keutuhan NKRI yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Kemudian yang kedua, siap menjaga dan mengawal amanah khittah NU dari kepentingan politik praktis sebagai bentuk tanggung jawab dan khidmah kepada pendiri NU. Yang ketiga, mendorong seluruh elemen masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 mendatang.

“Keempat, mengarahkan dan mengajak masyarakat untuk memilih capres dan cawapres yang lebih maslahah dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Kemudian yang kelima yakni menerima dan merestui pasangan capres-cawapres nomor urut 02 karena dinilai lebih mampu menjaga kedaulatan NKRI dari segala bentuk penjajahan, komunisme, liberalisme, asing, serta mampu menjaga paham Aswaja di Indonesia,” terangnya.(AK/El)