Home Advertorial Sambel Sedep Oma ala Felicia Wenny

Sambel Sedep Oma ala Felicia Wenny

1400
0

Sambel

Semarang, 19/2 (BeritaJateng.net) – Seiring berkembangnya zaman, masyarakat selalu ingin mengkonsumsi segala sesuatunya secara instan.

Berlokasi di Karang Kojo Selaran 432 G Semarang, Felicia Wenny seorang ibu rumah tangga memproduksi sambal instan yang telah di jual bukan hanya lingkup nasional namun hingga internasional.

Sambal Sedep Oma, merupakan sambal produksi rumahan (Home made) yang di produksi Felicia Wenny sejak November 2013.

Terinspirasi dari rasa sambal penjual penyetan kaki lima, Felicia mencoba memproduksi sambal instan yang di kemas dalam botol kecil.

“Sangking doyannya makan sambal, hampir setiap hari saya makan sambel, sering coba-coba ke warung makan ayam goreng dan penyetan, kemudian saya coba membuat sambal sendiri di rumah. Banyak yang bilang, sambal saya enak. Hingga akhirnya kepikiran untuk produksi sambal rumahan,” terangnya.

Yang unik dari sambal tersebut, yakni terletak pada bumbu dan minyak yang di gunakan.

“Sambel menggunakan bumbu berkualitas, cabai segar yang diambil langsung dari petani cabai di Bandungan, sedangkan minyak yang digunakan juga minyak nabati,” paparnya.

Selain tidak menggunakan MSG, sambal ini juga tidak menggunakan pengawet. Sehingga hanya bertahan 3 minggu jika disimpan dalam ruangan biasa, serta bertahan 3-4 bulan bila di simpan di dalam kulkas.

“Sebaiknya, kalau sudah di buka segelnya, sambal segera di habiskan dan jika mengambil sambal, disarankan menggunakan sendok bersih,” ujarnya.

Dalam sekali produksi, Felicia bisa menghabiskan 10 kg cabai.

“Pernah juga saya hanya ambil untung sedikit. Seperti saat harga cabai naik dan pesenan pas banyak. Tapi karena saya membuat sambal berdasarkan pesanan, jadi mau tidak mau harus tetap melayani permintaan meski cabai mahal,” ungkapnya.

Sambal yang ia buat memiliki beberapa varian rasa, seperti sambal bawang, sambal terasi, sambal teri dll. Bukan hanya itu, Felicia juga memproduksi cabai bubuk kemasan. Dari sisi harga, sambal yang ia jual cukup terjangkau yakni di bandrol dengan harga Rp 25ribu perbotol.

Meskipun produksi rumahan, namun konsumen tetapnya hingga beberapa daerah seperti Pematang siantar, Palembang, Jambi, Balikpapan, Kupang, Bogor, surabaya dan Jogjakarta. Bahkan ia juga sering melayani konsumen dari mancanegara.

“Selain buka outlet, saya juga jual sambal ini di media sosial, makanya konsumen samba saya hingga ke daerah-daerah, bahkan tak jarang ada pesenan dari luar negeri juga,” lanjutnya. (BJ05)