Home News Update Sambangi Kebonharjo, Soemarmo Dihujani Protes Warga

Sambangi Kebonharjo, Soemarmo Dihujani Protes Warga

P_20150824_223208

Semarang, 27/8 (BeritaJateng.net) – Pasangan calon (paslon) dari Koalisi Bangkit Sejahtera (PKB-PKS), Soemarmo HS dan Zuber Safawi, kembali melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Mereka menyambangi RW 11 Kelurahan Tanjung Mas Semarang Utara dalam acara dialog Perda No. 14/2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Semarang 2011-2031.

Pada awal acara yang dimulai sekitar pukul 19.30 WIB, Soemarmo memberikan sambutan sekaligus memperkenalkan kembali mengenai dirinya yang maju dalam Pemilukada Kota Semarang 2015. Saat itu, warga setempat menyambut hangat semua perkataan Mantan Wali Kota Semarang tersebut mengenai program-program kerja yang dicanangkan.

Namun, saat sesi dialog dibuka, warga seolah protes atas kebijakan Soemarmo saat masih menjabat sebagai walikota dahulu. Luapan kekesalan warga atas penerapan Perda RTRW Kota Semarang dan rencana penggusuran yang dilakukan PT KA Daop IV Semarang ditumpahkan kepada Soemarmo.

“Saya sudah hidup selama 44 tahun. Saya bingung karena sebentar lagi akan digusur. Kalau disuruh untuk mencoblos, saya ingin mencoblos apa. Saya nggak ingin kalau sudah dipilih, maka kami tetap digusur,” kata Bu Slamet Warga RW 11 yang kesal dan meluapkan amarahnya.

Seperti diketahui, warga setempat merasa resah karena lahan yang telah didiami bertahun-tahun itu akan digusur PT KA, selaku pemilik lahan. Perusahaan BUMN tersebut kini sedang melakukan pengembangan wilayah untuk peningkatan kinerja di wilayah Kelurahan Tanjung Mas, termasuk RW 11.

Rencana peningkatan prasarana KA itu sendiri masuk dalam Perda RTRW, yang telah disesuaikan dengan tata ruang provinsi dan pusat, ditandatangani pada 30 Juni 2011 oleh Walikota Soemarmo HS. Warga memrotes kebijakan tersebut karena mereka selama ini memiliki sertifikat hak milik (HM). Tercatat, ada 3.360 sertifikat HM di wilayah yang bakal tergusur itu.

Menanggapi kekesalan warga itu, Soemarmo mengaku tidak dapat berkata banyak. Ia juga memohon maaf atas kebijakan yang diambilnya dulu sehingga kini membuat warga menjadi resah.

“Terima kasih atas masukannya. Saya kira nggak masalah soal masukan seperti itu. Itu akan menjadi catatan bagi saya. Itu membuat saya tidak boleh lupa, apa yang telah saya lakukan (dahulu). Kalau memang ada salahnya selama saya memimpin, saya memohon maaf atas apa yang telah saya lakukan. Ini bagian yang akan saya perhatikan,” kata Soemarmo.

Menurut dia persoalan tersebut dapat diatasi dengan melakukan revisi perda. Mengenai penggusuran yang akan dilakukan PT KA, ia menyarankan, sudah selayaknya warga mendapatkan jaminan saat pindah ke tempat lain.

“Masalah ini berpulang kepada DPRD karena ini soal revisi perda. Namun, revisi itu juga harus sesuai dengan tata ruang provinsi dan pusat,” jelasnya lagi.

Terserah Pilih Siapa

Soal pilihan dalam Pemilukada Kota Semarang 2015, ia juga mengaku, tidak dapat mendorong warga untuk memilih dirinya.

“Kalaupun disini ada perbedaan pilihan (dalam pemilukada), jangan sampai ada perpecahan. Saya berharap, ‘monggo’ kalau ingin memilih yang sana atau sini. Saya disini memang ingin bertemu panjenengan, ini adalah temu kangen. Mohon doanya, saya ingin maju dalam pemilukada,” pungkasnya, sekaligus menutup acara dialog sekitar pukul 22.30 WIB. (Bj)