Home News Update Saling Lapor Panwas, Kuasa Hukum Paslon MaZu Laporkan Empat Pelanggaran Paslon Hebat

Saling Lapor Panwas, Kuasa Hukum Paslon MaZu Laporkan Empat Pelanggaran Paslon Hebat

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

Semarang, 4/9 (BeritaJateng.net) – Usai memenuhi panggilan Panwaslu Kota Semarang tentang dugaan pelanggaran dugaan money politik, Calon Walikota nomor urut 1 Soemarmo HS di Kantor Sekretariat Panwas KPU, Jalan Telaga Bodas, Semarang, Jumat siang.

Kali ini giliran Tim kuasa hukum paslon Marmo-Zuber yang diketuai Rangkey Margana melaporkan sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan paslon Hendi-Ita “Hebat” dan tim suksesnya ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Semarang.

Rangkey mengatakan, setidaknya ada empat pelanggaran yang disampaikan ke lembaga pengawas pemilu.

Pelanggaran-pelanggaran tersebut antara lain adanya indikasi money politik di wilayah Tegalsari oleh timses paslon nomor urut 2 dengan membagi-bagikan uang dalam amplop senilai Rp 50 ribu, sejumlah warga juga menerima snack dan stiker paslon nomor urut 2 pada Senin (31/8) lalu.

“Bukti pelanggaran tersebut diperkuat dengan adanya foto yang kami bawa,” kata Rangkey di kantor Panwaslu Kota Semarang.

Selanjutnya, adanya dugaan pelanggaran kampanye dengan modus memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Jalan Banowati Tengah 4 pada Selasa (1/9) lalu.

Saat itu, Ketua Timses paslon 2, Supriyadi memberikan bantuan bersama sejumlah anggota yang menggunakan atribut kampanye berupa kaos bertuliskan paslon nomor urut 2.

Penggunaan fasilitas negara untuk kampanye juga dilakukan oleh calon wakil wali kota Semarang, Hevarita Gunaryanti Rahayu. Pada Rabu (2/8).

Wanita yang akrab disapa Ita itu menghadiri kegiatan pameran yang diselenggarakan Disperindag Kota Semarang di Java Mall. Ita dituduh melakukan sejumlah yel-yel dan mempromosikan dirinya.

“Jelas itu melanggar hukum, itu kan fasilitas negara. Dalam pelanggaran tersebut, kami juga ada sejumlah bukti foto yang terunggah di jejaring sosial facebook,” terang Rangkey.

Pelanggaran lainnya, terkait janji yang diberikan Hendi kepada PKL Telogosari pada Senin (31/8) di rumah Ngadiono.

Sementara itu, Divisi Penindakan Pelanggaran Panwaslu, Parlindungan Manik mengatakan, beberapa dugaan pelanggaran sudah disampaikan namun belum resmi diterima karena belum lengkapnya data berupa nama-nama saksi yang belum diisi.

“Belum, belum resmi kami terima. Kami masih tunggu sampai sore ini untuk melengkapi data nama-nama saksi dan lain-lain,” ujarnya. (Bj)