Home Headline Salah Satu Penumpang Lion Air Jatuh Warga Kampung Batik Semarang

Salah Satu Penumpang Lion Air Jatuh Warga Kampung Batik Semarang

964
0
Keluarga korban pesawat Lion Air yang jatuh.
      Semarang, 30/10 (BeritaJateng.net) – Kecelakaan jatuhnya pesawat Lion Air JT610 diperairan Karawang Jawa Barat menyisakan duka bagi para keluarga korban. Joyo Nuroso (50), yang beralamat di Gang Batik Krajan RT 7 RW 2, Rejomulyo, Bubagan, Semarang Timur, Kota Semarang, terdata di manifes pesawat sebagai salah satu penumpang dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang.
       Pegawai Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pangkal Pinang, hingga saat ini belum ditemukan. Pihak keluarga masih berharap kalau Joyo Nuroso dapat dapat ditemukan dan kembali dengan selamat.
       Baik kerabat maupun warga masih terus berdatangan untuk memberikan semangat dan kekuatan kepada keluarganya atas  kecelakaan pesawat jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat.
       Anak korban, Fajriansyah Mahdy Tsani, mendapatkan informasi kecelakaan berasal dari berita di media pada pukul 12.00. Semula ia tak tahu, tapi pamannya, Heri menyampaikan kabar tersebut.
Foto salah satu korban jatuhnya pesawat Lion Air.

“Tahunya saya dijemput sama om pukul 12.00 siang tadi. Sempat nyari-nyari informasi di internet, karena saya kaget dan sangat cemas sama keberadaan bapak,” ujarnya.

        Joyo Nuroso, merupakan Kasubag Umum KPPN Pangkal Pinang yang hendak berpergian naik pesawat dari Jakarta ke Pangkal Pinang. Namun, pesawat yang ditumpangi jatuh di perairan Kerawang, Jawa Barat.
       Anak kedua dari empat bersaudara itu mengaku sama sekali tidak memiliki firasat sebelum kejadian. Sebab, pada hari Minggu (28/10), siswa kelas XII SMAN 6 Semarang itu masih sempat mengantarkan ayahnya ke Stasiun Tawang untuk mengejar kereta api jurusan Semarang-Jakarta, lalu esoknya bertolak ke Pangkal Pinang dengan pesawat.
        “Nggak ada firasat apa-apa. Ya cuma biasa pulang dari Jakarta dua minggu sekali gitu aja, malam kemarin, saya ikut antar bapak ke Tawang. Waktu itu bapak sempat menitip pesan ke saya supaya menjaga saudara dan ibu,” ungkap Fajriansyah Mahdy Tsani.
       Menurut Fajri, bapaknya seringkali mengabari keluarga di rumah kalau sudah sampai di Jakarta tapi ternyata hari itu tidak dilakukannya. Bahkan hingga keesokan harinya, Joyo Nuroso belum juga memberi kabar. Selain Fajri, Joyo Nuroso memiliki tiga anak lainnya yakni Septiana Nurul Hidayah (21) yang merupakan anak pertama, Irsyad Fadhilah (15) anak ketiga, dan Asti Mahdiyah H (10) merupakan anak terakhir.
      ”Bapak sama sekali tidak mengabari ibu saya, Anna Rohmawati (49), sesampainya di Jakarta. Padahal itu yang biasanya dilakukan bapak kalau sampai di Jakarta, sebelum naik pesawat ke Pangkal Pinang,” tuturnya.
       Heri Utomo, adik ipar almarhum, masih menunggu kabar dari maskapai. Menurut dia, maskapai tidak langsung memberikan kabar saat telah ramai diberitakan.
        “Kita menunggu kabar dari pihak maskapai. Kami menginginkan dapat kepastian mengenai keberadaan kakak saya,” ungkap  Heri ditemui di rumah duka, Senin (29/10).
       Heri Utomo menjelaskan jika kakak iparnya telah dua puluh tahun bekerja di instansi Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Selama ini Joyo selalu berdinas di berbagai kota, kebanyakan berada di luar Jawa, mulai  di Surabaya, lalu Kupang, pindah di Kalimantan, terus di Medan. “Baru dua tahun terakhir ini, ia bekerja di Pangkal Pinang,” imbuhnya.  (El)