Home Headline Safuan Dokter Ban Asal Semarang Naik Haji setelah Menunggu 7 Tahun

Safuan Dokter Ban Asal Semarang Naik Haji setelah Menunggu 7 Tahun

963
0
Safuan Dokter Ban Asal Semarang Naik Haji setelah Menunggu 7 Tahun
        Semarang, 25/7 (BeritaJateng.net) – Seorang tambal ban Safuan Azis (64) warga Mangunharjo RT 02, RW. 02, Kecematan Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah, akhirnya mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci.
       Safuan mengaku malu saat memperkenalkan diri saat pelatihan atau manasik haji.
         “Waktu perkenalan saya minder, yang naik haji ada PNS, Pengusaha, dokter, saya harus memperkenalkan diri. Saya inget ada sinetron Tukang Bubur Naik Haji, kemudian saya jujur saja kalau bilang saya dokter ban dan direktur pertamini (penjual BBM eceran)  pengen naik haji,” ujarnya sambil tertawa di rumahnya.
         Dari usaha yang sudah dilakoninya selama lima belas tahun ini, tidak menghalangi niatnya untuk melakukan ibadah haji. Penghasilannya yang tidak menentu, bapak empat orang anak ini mampu menyisihkan sedikit demi sedikit uang untuk ditabung agar bisa naik haji.
       Tahun 2011 Safuan Aziz mulai mendaftarkan haji, sambil menunggu tahun demi tahun, Shofan mulai menabung untuk melunasi biaya naik haji.
       Setelah menunggu tujuh tahun,  Safuan Aziz, berhasil melunasi dan akan menunaikan ibadah haji. Safuan aziz pun tidak sendirian,  dirinya bersama istrinya Musrofah 54 tahun, terdaftar sebagai jamaah calon haji dan rencananya akan berangkat pada hari senin,  enam agustus mendatang dikloter tujuh puluh.
        “Ada sedikit saya terima sehari, ada minta bantuan saya ya monggo semata mata saya ingin membantu yang penting saya ikhlas” tegasnya.
        Pasangan suami istri itu tinggal menghitung hari untuk dapat beribadah haji. Ia berpesan jika ingin berhaji, yang pertama adalah niat, soal rezeki pasti akan datang.
        “Yang penting niat, biaya haji jangan dihitung, yang namanya dipanggil ke Makkah itu jatahnya masing-masing. Penghasilan tidak pernah saya hitung. Sedikit banyak disyukuri,” tandasnya. (Nh/El)