Home Headline Rustriningsih Dianggap Sedang Ukur Baju Sendiri

Rustriningsih Dianggap Sedang Ukur Baju Sendiri

756

SEMARANG, 3/3 (Beritajateng.net) – Pernyataan Mantan Wagub Jateng Rustriningsih tentang banyaknya kader PDI Perjuangan yang meninggalkan Jokowi dalam Pilpres 2019 dianggap tidak memiliki dasar dan tidak didasari fakta di lapangan.

“Itu Bu Rustri melihat dirinya sendiri, mengukur baju sendiri untuk diterapkan di orang lain,” kata Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Bambang Kusriyanto saat dihubungi, Rabu (3/3).

Pria yang akrab disapa Bambang Kribo tersebut menambahkan statement Rustri tidak berdasarkan fakta di lapangan. Sebab menurut survey internal, 96 persen pemilih PDI Perjuangan di Jateng memilih Jokowi.

“Hasil survey internal menunjukkan, kader solid mendukung Jokowi,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Semarang tersebut.

Dia menambahkan hasil survey menunjukkan elektabilitas Jokowi di Jateng naik dari waktu ke waktu. Kini sudah melebihi angka perolehan suara 2014 yaitu 66,65 persen. Elektabilitas PDI Perjuangan di kandang banteng saat ini mencapai angka 36,3 persen.

“Jadi, kalau Bu Rustri bicara begitu dasarnya apa?” katanya.

Mantan politisi PDI Perjuangan itu mengungkapkan, alasan kader memberikan dukungan kepada Prabowo-Sandi lantaran merasa tidak nyaman lagi dalam partai berlogo banteng moncong putih itu. Jumlah kader yang meninggalkan PDI Perjuangan pun menurut Rustri semakin banyak.

“Apapun akal sehat harus dipelihara, iman harus disepuhkan, nah itulah termasuk yang ditempuh teman-teman yang lama di PDIP kemudian merasa gerah kemudian tidak lagi di situ. Ya jumlahnya, yang jelas makin banyak yang meninggalkan (Jokowi). Ya banyak di antara teman-teman lama di PDIP sekarang bersama-sama saya mendukung pasangan Prabowo-Sandi,” kata Rustriningsih saat menghadiri kampanye terbuka pasangan 02 di Lapangan Kemiri, Purworejo, Selasa (2/4/2019).

Bambang mengungkapkan, fenomena kader berpindah partai tak hanya terjadi di PDI Perjuangan. Namun juga ada di partai lainnya. Hal tersebut merupakan hak setiap orang. “Ada dari partai lain pindah ke PDI Perjuangan. Ada juga dari sini yang pindah. Tapi kalau nggak dapat jabatan lalu pindah, namanya apa kalau bukan kutu loncat,” ujarnya menyindir.

Dia menambahkan, PDI Perjuangan sudah memberikan banyak kesempatan kepada Rustriningsih untuk menduduki berbagai jabatan strategis. Mulai menjadi anggota DPR RI, Bupati Kebumen 2 periode, hingga Wagub Jateng mendampingi Bibit Waluyo.

“Kurang apa? Tidak semua kader bisa mendapatkan kesempatan seperti itu. Banyak kader PDI Perjuangan tidak menjabat apa-apa tapi tetap loyal ke partai,” ungkapnya.

Dia menduga Rustri hengkang dari PDI Perjuangan saat tak memperoleh rekomendasi menjadi Cagub Jateng pada 2013. Saat itu rekom jatuh kepada Ganjar-Heru.

(NK)