Home Ekbis RUPSLB Phapros Setujui Pengangkatan Komisaris Baru

RUPSLB Phapros Setujui Pengangkatan Komisaris Baru

PT Phapros Tbk

Jakarta, 19/9 (BeritaJateng.net) – PT Phapros, Tbk, perusahaan farmasi nasional yang sudah lebih dari 60 tahun berdiri ini menyelenggarakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) dengan agenda perubahan susunan pengurus perseroan, Jumat (18/9).

RUPSLB Phapros dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 65,66 persen dari jumlah saham yang dikeluarkan. Pada RUPSLB tersebut, pemegang saham Phapros telah menyetujui pemberhentian Dandossi Matram sebagai Komisaris Utama terhitung sejak tanggal 18 September 2015 dan menyetujui pengangkatan M. Yana Aditya sebagai Komisaris Utama.

Susunan pengurus perseroan PT Phapros Tbk, yakni :

  • Dewan Komisaris :
  • Komisaris Utama : M. Yana Aditya
  • Komisaris : Drs. Masrizal Achmad Syarief, Apt.
  • Komisaris Independen : Prof. Dr. H. Fasli Jalal, PhD, SpGK.

 

  • Direksi :
  • Direktur Utama : Drs. Iswanto, Apt, MM.
  • Direktur Pemasaran : Drs. Syamsul Huda, Apt.
  • Direktur Keuangan : Drs. Budi Ruseno, MM.
  • Direksi Produksi : Dra. Barokah Sri Utami, Apt, MM.

Rapat juga menyampaikan ucapan terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Dandossi Matram atas dedikasi dan sumbangsih yang telah diberikan kepada Phapros.

Sebagaimana diketahui bahwa pada Juni 2015, Pemerintah RI melalui Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno telah mengganti jajaran Direksi PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) sebagai pemegang saham utama perseroan, sehingga juga mempengaruhi pergantian pengurus perseroan.

Dengan susunan pengurus perseroan yang baru tersebut, PT Phapros, Tbk siap meneruskan kinerja untuk mencapai target 2015. Diharapkan dengan pergantian ini, Phapros dapat menunjukkan kinerja yang terus meningkat di masa yang akan datang.

Sekilas PT Phapros, Tbk

PT Phapros, Tbk adalah perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia yang didirikan sejak 21 Juni 1954. Dengan komposisi saham sebesar 56.57 persen dimiliki oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) sedangkan sisanya dimiliki oleh publik.

Sebagai perusahaan yang sangat berkomitmen tinggi terhadap standar kualitas, Phapros telah mendapatkan sertifikasi CPOB sejak tahun 1990 serta sertifikat ISO 9001 pada 1999 (yang telah ditingkatkan menjadi Sertifikat ISO 9001 versi 2008), Sertifikat ISO 14001 pada 2001 (yang telah ditingkatkan menjadi ISO 14001:2004), Sertifikat OHSAS 18001:2007 pada 2010, dan Sertifikat ISO 17025dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk Laboratorium Kalibrasi.

Saat ini Phapros memproduksi lebih dari 250 item obat, diantaranya adalah obat hasil pengembangan sendiri dan salah satu produk unggulan Phapros yang menjadi pemimpin pasar di katagorinya adalah Antimo. (Bj)