Home Ekbis Rupiah Melemah, Udinus Gelar FGD Bersama Faisal Basri

Rupiah Melemah, Udinus Gelar FGD Bersama Faisal Basri

Faisal Basri

Semarang, 21/9 (BeritaJateng.net) – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar masih menjadi topik hangat di kalangan masyarakat. Tak terkecuali para pelaku usaha yang memang bersinggungan langsung.

Menanggapi isu tersebut, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang bertema “Usulan Pelaku Usaha Jawa Tengah dalam Menghadapi Pelemahan Rupiah” pada Senin (21/9) di Santika Premiere Hotel.
buy canadian amoxicillin online https://mabvi.org/wp-content/languages/new/canadian/amoxicillin.html no prescription

Forum diskusi yang dihadiri dari berbagai kalangan ini mendiskusikan permasalahan terkini di bidang ekonomi yang tengah di hadapi Indonesia terutama Jawa Tengah.

Satu per satu pelaku usaha yang hadir mulai dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Tengah hingga praktisi ekonomi nasional Faisal Basri memberikan pemaparan tentang realita ekonomi yang ada saat ini.

Meskipun kondisi aktual rupiah masih melemah terhadap dolar, namun hal tersebut tidak lantas berdampak pada semua sektor usaha dalam negeri.

“Saat ini tidak semua sektor ekonomi mengalami pelemahan, usaha jasa adalah salah satu sektor yang yang mengalami pertumbuhan dari tahun 2014 lalu,” ungkap Faisal

Pandangan lain disampaikan oleh ketua DPP APINDO Jawa Tengah, Frans Kongi, menurutnya penetapan upah minimum saat ini cenderung berlatar belakang politis. Hal ini mengingat usulan kenaikan upah minimum terjadi hampir setiap tahun.

“Idealnya upah minimum naik setiap lima tahun sekali, bukan setiap tahun. Pertimbangannya tentu dengan kondisi ekonomi dan produktivitas, dan bukan politik,” papar Frans.
buy canadian amoxil online https://mabvi.org/wp-content/languages/new/canadian/amoxil.html no prescription

Sementara itu, Rektor Udinus, Dr. Ir. Edi Noersasongko, M.Kom., mengungkapkan bahwa selama ini perguruan tinggi yang dipimpinnya memang aktif dalam menanggapi isu-isu terkini terutama di bidang ekonomi.

“Melalui forum diksusi yang diselenggarakan oleh Udinus dan didukung para stakeholder, diharapkan dapat memberikan masukan kepada pemerintah,” tambahnya. (BJ)