Home Kesehatan Rumah Sakit Tipe D di Mijen Mulai Dibangun Tahun 2019 ini

Rumah Sakit Tipe D di Mijen Mulai Dibangun Tahun 2019 ini

1043
Groundbreaking Gedung Rawat Jalan RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang

SEMARANG, 2/2 (BeritaJateng.net) – Pembangunan Rumah Sakit tipe D di Mijen akan segera dimulai di tahun 2019 ini. Keberadaan rumah sakit ini untuk menampung peserta BPJS Kesehatan di Kota Semarang.

Sekretaris Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang M Irwansyah menuturkan, pembangunan Rumah Sakit Tipe D di Mijen akan segera dimulai. Saat ini tahap masih persiapan proses lelang pada bulan Februari ini dan diharapkan selesai pada November sampai bulan Desember tahun ini.

“Pembangunan rumah sakit tipe D Mijen ini berlangsung dua tahap. Untuk tahun ini adalah tahap pertama,” tuturnya saat di Balaikota Jalan Pemuda, belum lama ini.

Dikatakannya, pembangunan tahap pertama yaitu dengan memanfaatkan Puskesmas Mijen dan kemudian gedung direnovasi menjadi rumah sakit. Tahap pertama dibangun ruang UGD, dan ruang rawat inap.
Pemkot Semarang mengalokasikan Rp 40 miliar untuk membangun rumah sakit tipe D tersebut.

Irwansyah mengatakan, pembangunan akan dimulai dengan membongkar Puskesmas Mijen menjadi sebuah rumah sakit. Pembangunan rumah sakit ini untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga di wilayah Kecamatan Mijen dan sekitarnya.

“Tahap awal Pemkot akan memugar puskesmas menjadi sebuah rumah sakit, sehingga warga di Kecamatan Mijen tidak usah jauh-jauh berobat ke tengah kota,” ujarnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi belum lama ini mengatakan, pembangunan rumah sakit tipe D di Mijen untuk melayani masyarakat peserta BPJS Kesehatan.

Pembangunan rumah sakit tipe D ini sejalan dengan kebijakan pembatasan penggunaan BPJS Kesehatan hanya untuk rumah sakit tipe C dan D.

Dikatakan Hendi, kebijakan tersebut dirasa memberatkan rumah sakit tipe A dan B. Sebab, beberapa rumah sakit tipe A dan B banyak yang kehilangan pasien akibat aturan yang sudah ditetapkan.

“Langkah pembangunan rumah sakit tipe D kali ini adalah untuk menampung pasien BPJS. Karena sebagian besar masyarakat di Semarang sudah menggunakan BPJS sebagai layanan kesehatan, ” katanya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Mijen, Siti Masfufah mengatakan, setiap hari memberikan pelayan bagi pasien hampir 200 orang lebih. Namun pada hari-hari libur, jumlah pasien mencapai 360 orang. Mereka semua, sebagian untuk periksa dan sebagian lagi untuk mengurus surat.

“Alhamdulillah di wilayah Mijen, sejauh ini tidak ada pasien yang terkena Demam Berdarah, rata-rata hanya penyakit tidak menular,” ujarnya.

Selain itu, terkait dengan Pemkot Semarang akan membuat rumah sakit tipe D di Puskesmas Mijen, maka pada pada 28 Februari 2019 Puskesmas Mijen akan ditutup. Sebagai informasi bagi masyarakat Mijen, informasi tersebut disebar melalui poster yang di tempel di papan informasi, serta group Whatshapp Kecamatan Mijen, agar menginformasikan kepada warga.

Dia menghimbau kepada masyarakat agar tidak resah jika Puskesmas akan di pindah, Puskesmas Mijen akan tetap berjalan memberikan pelayanan, namun untuk pelayanan rawat inap sudah tidak ada.

“Jadi nanti setelah di pindah semua fasilitas Peskesmas akan dibawa. Hampir semua pelayanan akan tetap berjalan, akan tetapi untuk rawat inap sudah tidak. Sehingga kami hanya memberi pelayanan bagi masyarakat, karena untuk rawat inap sudah ada penggantinya di rumah sakit baru,” imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya, untuk tempat Puskesmas baru ada dua lokasi yang menjadi pertimbangan. “Untuk saat ini dua lokasi itu, kami belum berani untuk memberitahu, namun kami sudah memberikan permohonan ke dinas, tempat Puskesmas baru harus tetap di wilayah Mijen,” ungkapnya.

Sementara itu, sebagian warga Mijen sudah mengetahui bahwa Puskesmas Mijen akan diganti dengan rumah sakit tipe D oleh Pemerintah, salah satunya Warga Wonolopo Mijen, Susi (30) mengatakan, mengetahui informasi Puskesmas akan dipindah melalui group whatshapp warga Wonolopo. Dalam group tersebut tersebar bahwa Puskesmas Mijen akan dipindah disamping Pemancingan Cangkiran namun ada pilihan lagi yaitu di Pustu Wonolopo.

“Saya dapat informasi ini, dari group warga Wonolopo. Informasi disebar oleh salah satu pegawai Puskesmas Mijen namun sudah pensiun. Disitu ada wacana kalau Puskesmas Mijen akan dipindah disamping Pemancingan Cangkiran atau bisa jadi di Pustu Wonolopo, namun itu masih wacana,” terangnya. (El)