Home Headline Rumah Masa Kecil Pramoedya Ananta Toer Akan Direvitalisasi 

Rumah Masa Kecil Pramoedya Ananta Toer Akan Direvitalisasi 

252
0
Rumah Masa Kecil Pramoedya Ananta Toer Akan Direvitalisasi.
        BLORA, 6/5 (BeritaJateng.net) – Kabupaten Blora memang memiliki kekayaan budaya. Selain dikenal dengan sebutan Kota Sate, Kota Barongan dan Kota Jati, Blora tidak lama lagi akan dikenal sebagai Kota Sastra. Bukan tidak mungkin, Blora akan disebut sebagai Kota Sastra karena disinilah lahir sastrawan besar dunia yang telah banyak mengeluarkan karya.
       Karya yang tidak hanya dikenal secara nasional, namun juga internasional sampai diterjemahkan di berbagai bahasa negara besar dunia. Sastrawan itu adalah Pramoedya Ananta Toer yang lahir di sebuah rumah sederhana di Jl.Sumbawa nomor 40 Kelurahan Jetis Blora, 93 tahun yang lalu.
       Berkat karya pria kelahiran Blora, 6 Februari 1925 ini, kini Blora dikenal luas melalui beberapa novelnya. Salah satunya novel yang terkenal berjudul Cerita dari Blora.
       Untuk mengenang jasa beliau, tepat 12 tahun sepeninggalnya, Pemkab Blora menggelar Sarasehan Budaya bertema “Blora Menuju Kota Sastra” di halaman rumah masa kecil Pram yang kini ditinggali oleh adik kandungnya, Soesilo Toer Sabtu malam (5/5/2018).
        Meskipun dilaksanakan secara sederhana, sarasehan berhasil menggugah rasa kecintaan warga Blora terhadap kebesaran Pramoedya Ananta Toer. Puluhan warga duduk lesehan di halaman rumah dengan disinari lampu temaram, menyimak arahan dari para narasumber.
        Beberapa puisi karya Pramodeya juga dibacakan dengan penuh penjiwaan oleh beberapa pelajar yang sebelumnya telah memenangi lomba baca puisi. Suasana semakin khidmat dan hangat, ketiga sesi tanya jawab dilontarkan oleh narasumber.
       Tiga narasumber yang dihadirkan mengupas karya-karya sastra dan biografi Pram serta rencana revitalisasi rumah masa kecil Pram sebagai kawasan budaya sastra yang mengedukasi publik.
        Ketiga nara sumber sarasehan yaitu Gatot Pranono dari Yayasan Mahameru, Soesilo Toer adik kandung Pramoedya dan Sugeng Widodo dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Prambanan.
        Sugeng Widodo nara sumber dari BPCB Prambanan, menyampaikan bahwa tahun ini Blora ditunjuk sebagai salah satu tuan rumah program Indonesiana dari Kemendikbud RI. Ada delapan lokasi yang lolos ke tingkat pusat untuk festival budaya Indonesiana. Salah satunya adalah Blora, terkait dengan Sastrawan Prameodya Ananta Toer dan busaya lainnya.
        “Terkait rumah Pram, memang belum terdaftar sebagai cagar budaya. Prosesnya sebuah bangunan disebut cagar budaya harus melalui proses kajian dan diusulkan oleh Tim Ahli Cagar Budaya. Tetapi perlu saya sampaikan juga, bahwa tahun ini pemerintah pusat akan melakukan revitalisasi rumah Pramoedya dan penataan perpustakaan,” ujarnya.
         Berkaitan dengan perpustakaan, Soesilo Toer, adik kandung Pram, menyampaikan bahwa dibentuknya perpustakaan atas idenya setelah Pram meninggal dunia.
         “Setelah melalui pertimbangan, jadilah Perpustakan Pramoedya Anak Semua Bangsa,” ujar Soesilo Toer, adik ke delapan Pram, sambil mengenang masa-masa hidup dan perjuangan kakaknya di hadapan peserta sarasehan.
        Ia juga mengajak kepada peserta sarasehan, khususnya generasi muda agar gemar membaca dan menulis. “Mulailah gemar membaca dan menulis dari keluarga,” tandasnya.
(MN/El)