Home Kesehatan RSCM : Kami Hanya Urusi Medis, Tidak Mengurusi Jual Beli Ginjal

RSCM : Kami Hanya Urusi Medis, Tidak Mengurusi Jual Beli Ginjal

Jakarta,5/2/16,(BeritaJateng.Net)–Direktur Utama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Czeresna Heriawan Soejono, akhirnya angkat bicara usai lembaganya digeledah polisi dan diduga terlibat dalam proses jual beli ginjal.

Soejono Menyatakan, tugas RSCM hanya memeriksa profil calon pendonor dari aspek kedewasaan, kesehatan, kejiwaan dan intelektualitas.

Dia menegaskan lembaganya tidak mengurusi pencarian pendonor ginjal bagi pasien yang hendak menjalani transpalantasi ginjal.

“Rumah sakit mengurus masalah medis. Jual-beli itu di luar dan bukan tugas kami,” ujarnya di Jakarta, Jumat (5/2/16).

Soejono memaparkan, pasien yang menghendaki transplantasi ginjal harus mencari sendiri calon donor. Setelah itu, Tim Screening Advokasi Ginjal RSCM akan memverifikasi profil calon pendonor. Dalam sekali verifikasi terhadap calon pendonor ginjal, tim screening diisi tiga orang, terdiri dari dokter dan psikiater.

Seorang calon pendonor ginjal, kata Soejono, harus menjalani verifikasi profil dalam jangka waktu dua pekan hingga dua bulan. Adapun, biaya pencakokan ginjal yang harus ditanggung pasien berkisar antara Rp300 juta hingga Rp400 juta.

Merujuk Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Soejono berkata, rumah sakit dilarang terlibat dalam jual-beli organ. Ia mengatakan, pada proses pencakokan organ, tindakan rumah sakitnya terbatas pada aspek pencegahan.

Berdasarkan data RSCM, sekitar 30 persen calon pendonor gagal melewati proses verifikasi. “Kami tolak karena mereka berbohong,” katanya.

Apabila setelah transplantasi sang pendonor ginjal mengalami gangguan kesehatan, Soejono menuturkan, pendonor diperkenankan untuk berobat ke RSCM tanpa dipungut biaya. Pembebasan biaya bagi pendonor ginjal merupakan bagian dari kesepakatannya dengan RSCM.(Bj50)