Home Headline RS Bayangkara Semarang Gunakan nama Mantan Kapolri ‘Prof Awaloedin Djamin’

RS Bayangkara Semarang Gunakan nama Mantan Kapolri ‘Prof Awaloedin Djamin’

750
RS Bayangkara Semarang Gunakan nama Mantan Kapolri 'Prof Awaloedin Djamin'

Semarang, 20/2 (BeritaJateng.net) – Rumah Sakit Bhayangkara Semarang kini resmi menyandang nama baru yakni Rumah Sakit Bhayangkara Prof Awaloedin Djamin.

Penyematan ini bukan tanpa alasan. Selain pernah menjabat sebagai Kapolri, Awaloedin Djamin dinilai menjadi salah satu tokoh besar yang berpengaruh dan berjasa terhadap bangsa dan negara. Terutama dalam perjalanan sejarah Kepolisian Republik Indonesia.

“Kami jadikan nama Rumah Sakit Bhayangkara Semarang menjadi Rumah Sakit Bhayangkara Prof Awaloedin Djamin. Ini pertama penggunaan nama Prof Awaloedin untuk disematkan di dalam nama fasilitas Polri,” kata Kapusdokkes Polri Brigjen Arthur  saat meresmikan nama RS Bhayangkara Semarang, Selasa (19/2).

Penyematan nama Awaloedin Djamin sudah mendapat izin dari Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan pihak keluarga.

Pemilihan nama Jenderal Purnawirawan Awaloedin Djamin tersebut dilandasi sejarah beliau sebagai tokoh Polri yang memiliki karier luar biasa. Juga sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasanya terhadap bangsa dan negara.

RS Bayangkara Semarang Gunakan nama Mantan Kapolri ‘Prof Awaloedin Djamin’

“Prof Awaloedin Djamin pernah menjabat sebagai Kapolri pada periode 1978 sampai 1982. Semasa kepemimpinan beliau, Polri diarahkan pada kelembagaan yang dinamis dan profesional,” ungkap Luthfi dalam sambutannya mewakili Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono.

Pada masa Awaloedin, KUHAP Undang-undang nomor 8 tahun 1981 sebagai hasil karya bangsa Indonesia disahkan DPR RI. KUHAP sebagai pengganti Hey Herziene Inlandsh Reglement (HIR). KUHAP menggantikan HIR yang dianggap telah usang dan tidak manusiawi. Dalam hal ini Polri berperan aktif menyumbangkan pokok-pokok pikiran untuk materi KUHAP.

Selain pernah menjadi Kapolri, Awaloedin Djamin juga pernah menjabat sebagai menteri tenaga kerja pada Kabinet Ampera tahun 1966. Ia pernah ditunjuk sebagai duta besar RI untuk Jerman Barat pada tahun 1976.

”Semoga dengan nama baru ini, Rumah Sakit Bhayangkara Semarang lebih semangat untuk terus memberikan pelayanan yang berkualitas dan bermutu kepada masyarakat,” ungkap Wakapolda Jateng Brigjen Ahmad Luthfi alam sambutannya mewakili Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono.

Selain menjadi nama resmi Rumah Sakit Bhayangkara Semarang, nama Awaloedin Djamin rencananya juga akan disematkan dalam nama fasilitas Polri yakni gedung Bareskrim Polri pada tanggal 27 nanti. (NH/El)