Home News Update Roadshow Unimus Mengupas Sosok Lafran Pane Pengajuan Sebagai Pahlawan Nasional

Roadshow Unimus Mengupas Sosok Lafran Pane Pengajuan Sebagai Pahlawan Nasional

Semarang, 16/11 (BeritaJateng.net) – Seminar Nasional Jejak Langkah Lafran Pane Dalam Kiprah Perjuangan Untuk Bangsa dan Umat digelar di Aula Lantai 4 Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Senin, (16/11).

Dihadiri oleh Ferry Mursyidan Baldan (Menteri Agraria dan Tata Ruang), MT Arifin (Budayawan dan Cendekiawan), dan Akbar Tandjung. Kegiatan seminar ini diadakan di 16 Kota se-Indonesia dan dihadiri oleh sebagian besar kader HMI. Kota Semarang mendapat seri ke-4 dari kegiatan roadshow seminar tersebut yang bertempat di Unimus.

Rektor Unimus, Prof. Dr. Masrukhi., M. Pd, mengungkapkan jika seminar Lafran Pane di Unimus membawa berkah tersendiri.

“Dengan adanya seminar ini dan dihadiri oleh pak Menteri Ferry Mursyidan Baldan, dan pejabat lainnya semoga Unimus dapat bergerak maju,” ungkapnya.

Himne HMI dan mars Muhammadiyah bersanding tidak ada bedanya bahkan saling melengkapi satu dengan lainnya saat pembukaan.

Ferry Mursyidan Baldan yang merupakan wakil dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pusat sekaligus Menteri Agraria dan Tata Ruang sangat pas dalam menyampaikan materi. Begitupun MT Arifin sebagai cendekiawan dan sejarahwan sangat cocok mengulas sosok Lefran Pane. Hal inilah yang diutarakan oleh moderator, Amir Mahmud saat mengawali seminar.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng, Drs. Musman Thalib., M.Ag merasa bersyukur dan bergembira Unimus mendapat kesempatan menjadi tempat seminar nasional Lafran Pane.

“Unimus yang baru berkembang, mudah-mudahan dengan kedatangan pak Menteri bisa lebih baik ke depannya,” tuturnya.

Perwakilan dari HMI Pusat juga hadir dalam acara tersebut menjelaskan jika roadshow seminar Lafran Pane ada 16 sesi yang dimulai sejak 10 November 2015 hingga 22 Desember 2015. Dia menyampaikan sosok Lafran Pane yang akan diseminarkan oleh para kader HMI merupakan bukti perjuangan Lafran Pane mendirikan HMI. Korp alumni himpunan mahasiswa Islam (KAHMI) Nasional berharap pada tahun 2016 karya dan perjuangan Lafran Pane bisa diakui dan dikukuhkan sebagai pahlawan nasional di negara ini.

Dr. Ir. Sri Puryono, Sekda Provinsi Jawa Tengah mengatakan jika orang Muhammadiyah yang tergabung dalam IMM mengikuti HMI tidak masalah.

“Seminar ini sangat bagus sebagai bentuk penghargaan dari majelis nasional KAHMI kepada pendiri HMI. Jasa Lafran Pane baik pemikiran dan idenya dalam mendirikan HMI tidak boleh dilupakan. HMI melahirkan tokoh yang berjasa di negara ini di tengah lunturnya nilai kebangsaan dalam masyarakat,” tutur Sri Puryono.

Dia juga menambahkan jika organisasi yang dibentuk telah mewarnai perjuangan negara Indonesia.

“Sebagai generasi penerus wajib memperjuangkan apa yang telah dirintisnya untuk bangsa ini,” tandasnya.

Menurut UUD 1945 pasal 25 dan 26. Ada syarat seseorang bisa menjadi pahlawan nasional, diantaranya WNI yang berjuang untuk bangsa dan negara, integritas moral yang baik, berjasa bagi negara, setia pada bangsa negara, tidak pernah dipidana, pernah memimpin perjuangan politik, tidak menyerah pada musuh, pengabdian pada negara sepanjang hidup, pernah melahirkan pemikiran besar, pernah menghasilkan karya besar, serta memiliki konsistensi kepada bangsa dan negara.

“Seminar ini harus bisa merumuskan rekomendasi yang kuat untuk Prof. Pafran Pane untuk diajukan sebagai Pahlawan Nasional,” ujar Sekda Jateng ini kepada para peserta yang sebagian besar merupakan kader HMI.

Dalam pemaparannya, Ferry Mursyidan Baldan yang merupakan Menteri Agraria dan Tata Ruang menjelaskan ada pelajaran penting yang ingin disampaikan dalam seminar ini.

“Seminar ini ingin menegaskan apa yang Pak Lafran Pane cita-citakan seperti halnya saat saya menjadi menteri apa yang harus dilaksanakan, hal ini perlu dipikirkan dan dirumuskan,” jelasnya.

Sebagai pendiri HMI, Lafran Pane sangat layak dan pantas karena HMI telah memberi energi yang positif. Menurutnya, pesan yang memancar adalah bagaimana HMI dilahirkan dan dapat mempercepat cita-cita kemerdekaan.

Sementara itu, MT Arifin sebagai Budayawan dan Cendekiawan mengaku mengenang sosok Lafran Pane karena kesederhanaannya. Sampai akhir hayat Lafran dikenal sederhana, mengenakan baju putih, kemeja hitam, ramah dan selalu menggunakan sepeda jengki.

Arifin menilai Lafran berlatar belakang jaringan sosialis yang mampu menyatukan gagasan dan pemikiran. Saat mendirikan HMI, Lafran membela tanah air, membekali kader dengan semangat pembaharuan.

“Tidak ada keraguan tentang Lafran. Karena jejaknya menjadi inspirasi. HMI telah mewarnai peta Indonesia secara menyeluruh,” terangnya.

Tidak ketinggalan, Akbar Tandjung pun mengenang sosok Lafran Pane karena semangat spirit keagamaannya yang kuat.

“Lafran Pane mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan menyatukan kawan-kawannya dari berbagai macam ideologis, seperti nasionalis, agama dan sosialis,” tutur Akbar.

Prof. Gunarto, Dekan FKIP Unissula yang juga kader HMI dan hadir dalam seminar tersebut sangat mengapresiasi kiprah Prof. Lafran Pane.

“HMI memiliki nilai filosofis pelajaran dan melekat pada kader-kadernya,” tuturnya.

Sejarah merupakan fakta dan menggali sosok Lafran Pane, seminar ini digelar dalam rangka ikhtiar menuju kebaikan pembaharuan untuk lebih mengokohkan hidup. Bercermin dari pemikiran dan gagasan Lafran Pane. Para alumni HMI pun juga telah bersedekah untuk terselenggaranya roadshow seminar ini. (BJT01)