Home Ekbis RMI NU Gandeng Bank Mandiri Latih Santri Berwirausaha

RMI NU Gandeng Bank Mandiri Latih Santri Berwirausaha

PATI, 28/11 (BeritaJateng.net) – Rabitah Mahad Islami (RMI) PBNU Trangkil Pati dan Bank Mandiri menggelar workshop kewirausahaan di Pondok Pesantren Yayasan Perguruan Islam Raudlatul Ulum (YPRU). Workshop ini bertajuk “Wirausaha Muda Mandiri (WMM) goes to pesantren” yang sudah diadakan kali ketiga setelah Makassar dan Medan.

Sebanyak 500 santri antusias mendapatkan pengetahuan peluang tentang wirausaha dan tips berwirausaha yang cerdas dari tiga alumni WMM. Ketiga alumni WMM sukses, Arief Budiman CEO petakumpet.com, Tsummadana Wulan owner Miulan Hijab, dan Robby Adiarta owner Angkringan Cekli.

Dalam acara tersebut hadir Sekjen RMI PBNU, Miftah Faqih, Direktur Mikro dan Business banking Bank Mandiri Tardi, Deputi V Bidang SDM Kementerian Koperasi dan UKM Prakoso Budi Prasetyo, Wakil Bupati Pati Budiyono, dan pengurus Ponpes YPRU Pati.

Workshop ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Pati Budiyono. Ada yang unik dalam pembukaan, pemukulan gong yang dilakukan Budiyono disertai tabuhan rebana oleh tamu undangan.

Sekjen RMI PBNU Miftah Faqih menjelaskan, workshop ini bertujuan membangun jiwa kewirausahaan santri, menciptakan wirausahawan tangguh, untuk lebih dekat dengan masyarakat dan tidak mudah terpengaruh ajakan kekerasan. Diharapkan santri yang tangguh dapat menopang perekonomian bangsa.

Ponpes

Pesantren, lanjutnya, merupakan elemen penting bagi perkembangan bangsa. Pesantren dan santrinya harus rekat, bersilaturahim, dan menghidupkan kemaslahatan bagi sesama. Terlebih masyarakat di sekitar ponpes.

“Para santri tidak boleh berpangku tangan ketika sudah lulus dari pesantren. Setiap potensi yang dimiliki santri harus dikembangkan di masyarakat,” tutur Mufti. Menurutnya, pesantren harus menjadi aktor penting untuk kemaslahatan bersama.

Sementara itu Directur Mikro dan Business Banking Bank Mandiri Tardi menyampaikan, pesantren menyimpan potensi bibit wirausaha yang perlu diberikan. Potensi tersebut perlu diberikan pembinaan dan pendampingan supaya mampu mengasah kemampuan berbisnis sesuai dengan kearifan lokal.

“Pesantren telah lama mengakar di masyarakat. Hal ini merupakan kekuatan yang dapat membangkitkan semangat masyarakat dalam meraih kemajuan hidup.semoga program ini membuka wawasan dan menumbuhkan sense of business bagi santri,” imbuhnya. (BJ)