Home Hukum dan Kriminal Rio Capella Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara

Rio Capella Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara

Jakarta, 21/12 (BeritaJateng.net) – Majelis hakim pengadilan Tipikor Jakarta memvonis mantan sekretaris jenderal Partai Nasional Demokrat Patrice Rio Capella dengan pidana 1 tahun 6 bulan penjara.  Serta 1 bulan subsider dengan denda 50 jutarupiah. Rio Capella terbukti secara sah dan meyakinkan menerima uang suap 200 juta rupiah dari gubernur nonaktif Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti.

“Menyatakan hukuman kepada terdakwa patrice rio capella terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan dinyatakan secara sah pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan penjara,” kata ketua majelis hakim, artha theresia di ruang sidang pengadilan Tipikor, kemayoran, jakarta, senin (21/12).

Vonis ini lebih ringan dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum yakni dituntut dua tahun penjara dan denda  50 juta rupiah. Majelis hakim berpandangan tidak ditemukan alasan dan pembenar terhadap terdakwa sehingga harus dimintai pertanggungjawabannya secara hukum.

hakim membantah dalil pihak terdakwa bahwa majelis harus membebaskan terdakwa karena telah mengembalikan uang yang diterima dan mengajukan justice collaborator. Menurut majelis pengembalian uang tidak menghapus fakta hukum dan pengajuan justice collaborator dari rio harus dikesampingkan karena ditolak kpk.

Diketahui sebelumnya, mantan sekretaris jenderal partai nasdem, Patrice Rio Capella dituntut oleh jaksa Penuntut Umum Kpk 2 tahun penjara dan subsider 1 bulan dalam suap penanganan perkara dugaan korupsi dana bansos pemerintah provinsi sumatera utara.

Jaksa penuntut umum kpk, Yudi Kristiana menilai Rio terbukti menerima uang 200 juta dari gubernur nonaktif sumatra utara Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti.

Setelah dibacakan putusan , Rio capella menyatakan menerima segala putusan yang dibacakan hakim. maka dari itu dirinya tidak berniat mengajukan banding.

“Saya terima putusannya , terima kasih,” Katanya.

Sementara itu jaksa penuntut umum kpk menyatakan belum mengambil sikap atas putusan hakim tersebut.

“Kami masih akan pikir pikir,” kata Jaksa Yudi Kristiana. (bj50)