Home Headline Rina Iriani Batal Lagi di Eksekusi

Rina Iriani Batal Lagi di Eksekusi

Mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani
Mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani

Semarang, 13/11 (Beritajateng.net) – Mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani batal dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan Wanita Semarang, karena masih sakit.

Rina sempat dibawa dari Rumah Sakit Bhayangkara Semarang ke LP Wanita Semarang untuk dieksekusi, Kamis pagi.

Namun, terdakwa kasus penyimpangan dana subsidi perumahan Griya Lawu Asri Kabupaten Karanganyar itu kembali keluar LP tidak beberapa lama setelah masuk.

Mantan orang nomor satu di Kabupaten Karanganyar itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit Dr.Kariadi.

Jaksa Penuntut Umum Sugeng Riyanta mengatakan eksekusi dilakukan didasarkan atas perintah hakim.

“Kami hanya menjalankan perintah hakim untuk melakukan penahanan,” katanya.

Sebelum dibawa ke LP, kata dia, juga sudah diketahui penasihat hukum terdakwa.

“Selain itu, secara fisik juga sudah sehat,” katanya.

Berkaitan dengan penolakan LP Wanita Semarang yang menolak Rina Iriani, menurut dia, hal itu hanya masalah surat keterangan sehat yang belum disertakan.

“Oleh karena itu kami bawa ke Kariadi untuk dicek,” katanya.

Terpisah, Kepala LP Wanita Semarang Suprobowati membenarkan kedatangan Rina Iriani yang akan ditahan di tempat itu.

Namun, lanjut dia, karena belum ada surat keterangan yang menyatakan terdakwa sudah sehat maka pihaknya belum bisa menerima.

Sebelumnya, Pengadilan Tipikor Semarang menahan mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani, terdakwa kasus penyimpangan dana subsidi perumahan Griya Lawu Asri Kabupaten Karanganyar.

Rina ditahan usai sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (11/11).

Hakim Ketua Dwiarso Budi menetapkan penahanan terhadap terdakwa usai sidang dengan agenda pemeriksaan saksi tersebut.

“Majelis memerintahkan untuk dilakukan penahanan terhadap terdakwa selama 30 hari,” kata Dwiarso.

Adapun dasar hakim dalam memerintahkan penahanan antara lain persidangan sudah memeriksa sebagian besar saksi yang dihadirkan oleh jaksa.

Selanjutnya, sidang tinggal menyisakan saksi meringankan yang akan dihadirkan terdakwa.

Pertimbangan lain, terdakwa dikhawatirkan akan memengaruhi saksi-saksi yang akan dihadirkan dalam persidangan.

Atas perintah penahanan itu, penasihat hukum Rina Iriani langsung mengajukan pembantaran agar terdakwa bisa segera dirawat di rumah sakit.(ant/pj)