Home Lintas Jateng Ribuan Wali Ramaikan Sambang Santri Al-Fusha

Ribuan Wali Ramaikan Sambang Santri Al-Fusha

314
0
Sejumlah wali santri memadati Jalan Raya Rowocacing Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.
       KEDUNGWUNI, 7/8 (BeritaJateng.net) – Ribuan wali murid dari berbagai daerah di Indonesia, meramaikan acara Sambang Santri di Ponpes Al-Fusha Desa Rowocacing Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan kemarin (7/8). Acara tersebut berjalan semarak lantaran menjadi momen orang tua melepas rindu kepada anaknya yang tidak bisa dijumpai setiap saat.
        “Saya sengaja datang ke sini menjumpai anak setelah beberapa pekan ditinggal menuntut ilmu di Al-Fusha,” kata salah seorang wali santri Fauzan (40) warga Kota Pekalongan.
       Ia mengatakan, tujuan dirinya datang ke Al-Fusha adalah selain melepas rindu juga untuk memberikan semangat kepada anaknya agar serius menuntut ilmu. Sehingga apa yang diharapkan yakni menjadi generasi emas penerus bangsa bisa tercapai.
       “Momen ini kami manfaatkan dengan baik lantaran tidak bisa dijumpai setiap saat. Konsep pendidikan perpaduan modern dan salaf seperti ini bagi saya menjadi jawaban atas permasalahan pendidikan sekarang agar karakter generasi emas terbentuk,” tuturnya.
       Pengasuh Ponpes Al-Fusha Kedungwuni Kiai Zilqon mengatakan, konsep pendidikan yang ditawarkan Al-Fusha lebih mengedepankan karakter. Selain itu siswa yang mengenyam pendidikan baik tingkat SMP, SMA dan SMK sengaja diwajibkan mondok agar fokus dalam menimba ilmu.
       “Mudah-mudahan kami ke depan bisa lebih berkontribusi lebih bagi daerah,” tuturnya.
       Salah seorang warga setempat, Sitatun mengatakan, sejak adanya Al-Fusha dengan berbagai gebrakan inovasinya membuat perekonomian di daerahnya tumbuh. “Alhamdulillah kini warung saya menjadi ramai dengan omzet ratusan ribu setiap harinya. Padahal sebelumnya hanya sekitar Rp 100 ribuan saja. Semoga efek positifnya semakin dirasakan masyarakat sekitar,” ucapnya.
        Sementara itu, siswa Alfusha asal Papua Dafi Rifliansyah mengatakan, dirinya semangat mencari ilmu dengan tegar dan ikhlas di Al-Fusha. “Tidak apa-apa saya belum berjumpa dengan orang tua. Saya memahami jarak yang begitu jauh. Saya ikhlas menimba ilmu,” katanya. (ST/EL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here