Home Lintas Jateng Ribuan Santri dan Pelajar Maarif NU Ikuti Karnaval Hari Santri  

Ribuan Santri dan Pelajar Maarif NU Ikuti Karnaval Hari Santri  

1221
0
Ribuan Santri dan Pelajar Maarif NU Ikuti Karnaval Hari Santri  
      KAJEN, 23/10 (BeritaJateng.net) – Ribuan santri dari pondok pesantran dan pelajar dibawah naungan LP Maarif NU di Kabupaten Pekalongan mengikuti karnaval dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional ke-2 Tingkat Kabupaten Pekalongan, Minggu (21/10/2018) siang.
      Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si melepas secara langsung arak-arakan karnaval dari lapangan Capgawen Kedungwuni. Kemudian, dengan pengawalan Banser dengan menggunakan beberapa mobil, para peserta jalan kaki menuju ke Jalan Raya Bebekan Kedungwuni yang menjadi pusat acara.
       Bupati Pekalongan saat ditemui usai kegiatan karnaval menuturkan, diadakanya kegiatan pawai Hari Santri salah satu tujuannya adalah untuk mensiarkan lagi Hari Santri yang saat ini bukan lagi merupakan milik salah satu golongan saja akan tetapi merupakan hajat Pemerintah.
      “Karnaval merupakan rangkaian peringatan Hari Santri, dengan puncaknya akan dilaksanakan besok Senin 22 Oktober 2018 dengan menggelar Apel Besar di Tingkat Kabupaten Pekalongan,” ucapnya.
      Menurutnya, dengan peringatan Hari Santri kali ini, para santri seperti diingatkan kembali tentang perjuangan santri jaman dahulu dalam mengusir penjajah dengan sebutan yang terkenal yakni “Resolusi Jihad”.
       “Semoga nilai patriotisme para santri akan muncul kembali dengan semangat resolusi jihad untuk membela negara dari segala ancaman, dan yang terpenting adalah bagaimana santri dapat berbuat banyak dalam mengisi kemerdekaan ini,” kata Bupati.
        Sementara itu Ketua Rabithah Mahad Islamiyah (RMI) NU Kabupaten Pekalongan Kyai Tikror Bukhori mengatakan, karnaval peringatan Hari Santri kali ini telah diadakan keempat kalinya dan diikuti oleh 59 kelompok dengan total peserta kurang lebih 8.500 peserta.
        “Karnaval diikuti oleh santri pondok pesantren, sekolah di bawah naungan LP Maarif NU, dan juga oleh masyarakat, selain itu juga diramaikan dengan tampilan 10 grup drumband dan musik rampak,” tandasnya. (ST/El)