Home Hukum dan Kriminal Ribuan Petasan dan Ratusan Botol Miras Diamankan

Ribuan Petasan dan Ratusan Botol Miras Diamankan

petasan dan miras disita jajaran Polres Purbalingga

Purbalingga, 30/6 (BeritaJateng.net) – Jajaran Polres Purbalingga berhasil mengamankan ribuan petasan dan ratusan botol  minuman keras (miras). Kedua barang terlarang tersebut diambil dari sejumlah lokasi dalam Operasi Cipta Kondisi yang digelar selama Bulan Ramadan.

Kapolres AKBP Anom Setiadji melalui Kasat Reskrim AKP Djunaedi didampingi Kasat  Narkoba AKP Sugito, Selasa (30/6) mengatakan untuk petasan diamankan dari  pelaku yang merupakan pemilik sekaligus pembuat dan penjual bernama  Darsan (60). Warga RT 10 RW 5 Desa Sidakangen, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga, dan Puji (30), warga RT 2 RW 10 Desa Wirasaba Kecamatan Bukateja, Purbalingga.

“Polisi datang ke rumah Darsan Senin (29/6). Disana memang tempat membuat, menyimpan dan menjual petasan merk Leo dan petasan korek,” katanya.

Barang bukti yang berhasil diamankan masing-masing 2653 biji petasan merk Leo ukuran rata-rata 2 inch, 917 biji kertas gulungan (selongsong) bahan petasan merk Leo, 6050 biji petasan korek serta sejumlah bahan membuat petasan lainnya.

“Pelaku kami amankan dan dimintai keterangan. Keduanya dijerat dengan ancaman hukuman Pasal 13 ayat 1 UU Bunga Api Tahun 1932 dengan ancaman kurungan 1 tahun dan Perkap Nomor 2 tahun 2008 tentang pengawasan, pengendalian dan pengamanan bahan peledak,” jelasnya.

Sedangkan ribuan botol miras diamankan dari sejumlah penjual yang ada di Purbalingga. Masing-masing di warung milik E di Kelurahan Purbalingga Kidul berhasil diamankan sebanyak 58 botol miras.

Selanjutnya di warung milik T di Desa Kutasari Kecamatan Kutasari diamankan 97 botol miras, di warung milik H di Kelurahan Bojong diamankan sebanyak 68 botol miras dan di warung milik W di Desa Kembaran Kecamatan Kaligondang diamankan sebanyak 77 botol miras.

“Para penjual kami jerat dengan ancaman hukuman Pasal 8 jo pasal 3 dan Pasal 5 Peraturan Daerah (Perda) Nomor 22 tahun 2000. Ancaman hukuman paling lama enam bulan dan pidana denda paling banyak Rp 5 juta,” ungkapnya.

Operasi Cipta Kondisi dilaksanakan sebagai upaya untuk menciptakan kondisi yang aman selama Bulan Ramadan. Keberadaan petasan dan miras dikhawatirkan akan menganggu kekhusyukan umat Islam dalam menjalan ibadah. (BJ33)