Home Headline Ribuan Jamaah Mafia Shalawat Dukung Ganjar

Ribuan Jamaah Mafia Shalawat Dukung Ganjar

1553
0

KARANGANYAR, 9/4 (Beritajateng.net) – Lebih dari lima ribu jamaah Mafia Shalawat berkumpul di Alun-Alun Karanganyar pada Minggu (8/4). Mereka berjam-jam berkumpul menghadiri acara Relawan Projo Bershalawat bersama KH Muhammad Ali Shodiqin atau lebih dikenal Gus Ali Gondrong.

Hadir dalam Mafia Shalawat tersebut Gubernur Jateng nonaktif Ganjar Pranowo, Ketua Umum PPP Romahurmuzy, Bupati Karanganyar nonaktif Juliyatmono, Ketua Umum DPP Projo Budie Arie, dan Ketua DPW PPP Jateng Masrukhan Syamsurie.

Dalam acara tersebut, dipimpin Gus Ali, ribuan jamaah secara terang-terangan menyatakan mendukung Ganjar menjadi Gubernur Jateng pada Pilgub 2018 dan Juliyatmono pada Pilbup Karanganyar 2018.

Menurut Gus Ali, warga Karanganyar layak memilih Ganjar. Bukan saja karena politikus PDIP itu asli kelahiran Karanganyar tapi terbukti dekat dengan ulama dan banyak menggelar Jateng Bershalawat selama periode kepemimpinannya yang pertama.

“Saya belajar dari Probolinggo, karena calon yang kita dukung tidak jadi maka Mafia Shalawat sekarang sulit digelar di sana, saya tidak tahu kenapa,” katanya.

Gus Romi tak ketinggalan mengajak mendukung Ganjar yang berpasangan dengan kader PPP Taj Yasin. Selain tauziah, Romi juga menyanyikan syiir Ganjar Yasin diiringi rebana Mafia Shalawat.

Di tengah acara, Projo mengucapkan ikrar yang diikuti seluruh jamaah. Ikrar berisi dukungan pada Pilkada Jateng dan Karanganyar berlangsung damai dan tertib serta mendoakan Ganjar Yasin diberikan jalan dan kemudahan agar dapat memimpin kembali Jawa Tengah.

Selain itu juga berjanji untuk tidak menyebarkan berita hoax dan fitnah yang dapat merusak kerukunan dan kedamaian masyarakat.

Dalam sambutannya, Ganjar bercerita tentang masa kecilnya di Tawangmangu dan ketika pindah rumah di daerah Dompon yang bersebelahan dengan pabrik gamping.

Ganjar juga mengajak warga untuk senantiasa menjaga kerukunan, terutama menjelang pilkada serentak. “Kalau ada berita-berita jangan langsung percaya dan menyebarkan sebelum tahu iti benar, tanya pada yang tahu, pada ulama. Mudah-mudahan kita terhindar dari fitnah,” katanya.

Mafia Shalawat yang berarti Manunggaling Fikiran lan Ati dalam Shalawat berlangsung meriah sejak pukul 20.00 hingga lebih dari tengah malam. Selain melantunkan lagu-lagu puja puji kepada Nabi Muhammad SAW, jamaah juga diajak menyanyikan lagu Indonesia Raya, Indonesia Tanah Air Beta, dan hits Jadilah Legenda milik grup band punk Superman is Dead.

(NK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here