Home Nasional Ribuan Buruh Geruduk Istana Tolak PHK Massal

Ribuan Buruh Geruduk Istana Tolak PHK Massal

346

Jakarta, 6/2/16,(BeritaJateng.Net)–Ribuan Anggota Buruh yang tergabung dalam kelompok buruh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) melakukan aksi unjuk rasa damai dari patung kuda menuju Istana Negara dan Mahkamah Agung, Gambir, Jakarta.

Aksi ini melibatkan ribuan anggota buruh se-Jabodetabek, Karawang dan Purwakarta dengan tuntutan menolak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal dan pencabutan PP 78/2015 tentang Pengupahan.

FSPMI menyikapi terkait memburuknya kondisi perekonomian negara akibat paket kebijakan ekonomi pemerintah yang tidak berpihak kepada kaum buruh dan pekerja, membuat mimpi buruk bagi buruh dan pekerja menjadi nyata. Alhasil, buruh dan pekerja harus menjadi korban PHK karena dampak paket kebijakan pemerintah yang lebih pro asing.

Presiden FSPMI Said Iqbal menduga jika pemerintah, Apindo dan Kadin tidak mengumumkan ribuan PHK massal buruh ini karena dua faktor, yaitu pertama, pemerintah ingin menutupi angka PHK tersebut karena ‘takut’ dianggap gagal dalam menjalankan paket kebijakan ekonominya.

“Sekarang sudah ramai di media tentang PHK ini tetapi pemerintah belum juga mengumumkan angka PHK sedikitpun,” kata Said, dalam orasinya, Sabtu (6/2/2016).

Said melanjutkan, jika nantinya pemerintah telah mengumumkan angka jumlah korban PHK massal, nantinya pihak Apindo dan Kadin pasti akan mengamini perlahan-lahan. “Ujung-ujungnya meminta insentif lagi,” tuturnya.

Faktor kedua, kata Said, adalah ketidakmampuan pemerintah untuk meningkatkan daya beli masyarakat yang salah satu penyebabnya adalah kebijakan upah murah pemerintah melalui PP 78/2015 tentang pengupahan.

“Faktanya semua harga barang, ongkos transportasi tetap mahal, dan sewa rumah mahal walaupun harga BBM sudah diturunkan tidak ada efek, bahkan di tengah harga minyak dunia rendah sekalipun. Ini diperparah dengan sikap pengusaha yang menyatakan tidak ada efek apapun di sektor riil dari paket kebijakan ekonomi tersebut,” pungkas dia.

Buruh berdemo dalam rangka HUT-17 FSPMI. Dari Istana mereka akan meminta Presiden Jokowi mencabut PP no 78/2015 tentang Pengupahan yang dinilai merugikan buruh. Setelah dari Istana, buruh akan menghadiri Kongres V FSPMI di Sport Mall Kelapa Gading.(Bj50)