Home Hiburan Reza Pahlevi, Korban Kedua Pelecehan Seksual Indra Bekti Lapor ke Polda Metro...

Reza Pahlevi, Korban Kedua Pelecehan Seksual Indra Bekti Lapor ke Polda Metro Jaya

913

Jakarta, 3/2 (BeritaJateng.net) – Tindakan asusila yang dituduhkan Gigih Arsanofa keapa artis sekaligus presenter ternamaan Indra Bekti sepertinya memberikan efek domino. Selain Gigih Arsanofa melaporkan ke Polda Metro Jaya atas tuduhan pelecehan seksual sesama jenis, seorang pria lain juga melaporkan Indra Bekti atas tuduhan yang sama.

Pria tersebut bernama Reza Pahlevi kelahiran Banjarmasin, 1 Juli 1992. Bersama kuasa hukumnya, ia melaporkan presenter kondang itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Polda Metro Jaya, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (2/2/2016), dengan perkara perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur.

“Saya ingin melaporkannya dari dulu, tapi saya nggak berani karena ada ancaman. Indra mengancam saya mau dibunuh pada 2013. Makanya saya nggak berani melapor. Ketika ada korban juga kemarin, saya baru berani,” buka Reza saat ditemui langsung Sentra Pelayanan Kepolisian Mapolda Metro Jaya.

“Sumpah, dia melecehkan saya. Dia buka baju saya, dia ambil handbody, badan saya semuanya dipegang, semuanya dilecehkan. Dia janjikan saya untuk jadi seorang entertainer. Sering telepon dan suruh main ke rumah, sampai terakhir itu sekitar 2014-2015. Saya sempat tolak waktu dia raba, saya mau berontak dan kabur tapi pintu kamarnya dikunci. Karena dia janji mau menjadikan saya entertainer akhirnya saya pasrah,” cerita Reza yang tampil dengan kemeja berwarna biru dan kacamata hitam.

“Pokoknya, kalau nanti dia bilang dia nggak kenal sama saya, coba dia datang ke sini dan sumpah di atas Al-Quran. Berani nggak dia?” tegas Reza balik menantang.

Kuasa hukum Reza, Sapta Simon resmi melaporkan Indra Bekti dengan Pasal 292 KUHP junto 82 tentang perlindungan anak dan pencabulan anak di bawah umur.

“Klien kami saat ini telah melakukan upaya hukum atas dugaan tindak pidana. Saat kejadian itu umur klien kami 17 tahun. Jadi perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur. Buktinya masih dalam proses hukum. Ada dokumen, percakapan berupa rekaman. Untuk bukti visum belum, ini kami mau koordinasi dulu ke Ditreskrimum (Direktorat Reserse Kriminal Umum),” tambah Sapta Simon.

“Ini modusnya baru, penipuan berkedok seksual. Mengajak klien kami itu masuk ke dalam dunia hiburan, tapi penipuan berkedok seksual,” sambung tim kuasa hukum lainnya, Leo Sani Putra Siregar.

Menanggapi laporan dari Reza Pahlevi, kuasa hukum dari Indra Bekti, Muhammad Milano meragukan dan menampik pernyataan Reza.

“Pasalnya itu kan pencabulan anak di bawah umur. Kalau saya lihat tanggal lahirnya, 2010 itu dia sudah 18 tahun. Apa itu termasuk di bawah umur? Bisa nggak dia buktikan, kapan ada perbuatan itu dilakukan?,” singgung Milano, Rabu (3/2).

Milano menambahkan pengakuan Reza Pahlevi yang telah dilecehkan hingga 10 kali dan diancam oleh Indra, tidak masuk akal nalarnya.   “Dia bilang jijik, tapi sampai 10 kali ya itu manusia seperti apa? Dia bilang terpaksa tapi sampai 10 kali. Itu kalau bener ya Logika aja. Saya yakin Bekti akan sangkal,” jelas Milano.  Milano mengetahui Reza ini adalah fans Indra saja. Kepada Milano, Indra memang mengaku kenal dan beberapa kali bertemu. Namun untuk pelecehan, Indra menilai Reza cuma ingin mencemarkan namanya karena ada faktor ekonomi.  “Cuma berapa kali bertemu kok. Itu sudah lima tahun lalu. Sebatas fans aja. Di Radio dalam itu kan kantor, Travel juga, rumah orangtua. Bagaimana mungkin (terjadi pelecehan),” heran Milano.(Bj/70)

Advertisements