Home Headline Revolusi Mental Jadi PR Besar Kapolri Baru

Revolusi Mental Jadi PR Besar Kapolri Baru

Jakarta, 22/12 (Beritajateng.net) Polri tinggal menghitung hari untuk mendapatkan Kapolri baru pengganti Jenderal Sutarman. Namun diharapkan Kapolri baru adalah figur yang mampu menerapkan revolusi mental di kepolisian, mampu meningkatkan profesionalisme kepolisian, dan mampu mempertahankan indenpendensi Polri di bawah Presiden.

Hal tersebut disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, Senin (22/12). Menurut Neta, fakta bahwa sebagian besar jajaran kepolisian sudah sepakat mengedepankan figur Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri baru.

Apalagi sejumlah petinggi Polri sudah mendapatkan Surat No/1016/Dit.Tipideksus/X/2010/Bareskrim tertanggal 20 Oktober 2010 yang ditandatangani Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Kombes
Arief Sulistyanton, yang menyatakan bahwa hasil penyidikan terhadap LHA dari PPATK tentang laporan transaksi keuangan atas nama Irjen Budi Gunawan adalah wajar dan hasil penyidikan itu sudah pula disampaikan kepada Kepala PPATK.

“Walau sebagian besar internal Polri mendukung Budi Gunawan, tapi tetap saja ada perwira yang mendukung figur lain. Hal ini disebabkan ada lima calon Kapolri yang masuk bursa, yakni Komjen Badroeddin Haiti,
Komjen Budi Gunawan, Irjen Safruddin, Irjen Pudji Hartanto, dan Irjen Unggung Cahyono. Namun nama Budi Gunawan kian menguat,” tambah Neta.

Lebih lanjut Neta mengatakan, ada dua hal yang membuat langkah Budi bakal mulus menjadi Kapolri. Pertama, Budi sebagai pati intelektual yang memiliki pemikiran dan inovasi serta banyak membuat konsep pembenahan Polri. Bahkan Budi ikut membuat visi missi sejumlah Kapolri di era sebelumnya. Kedua, Budi sangat dekat dengan Megawati dan Presiden Jokowi.

“Informasi yang kami himpun, jika Budi Gunawan terpilih sebagai Kapolri, posisi yang ditinggalkannya sebagai Kalemdikpol akan diisi Irjen Safruddin. Begitu Wakapolri Badroeddin Haiti pensiun, Safruddin
akan menjadi Wakapolri. Bagi IPW siapa pun yang menjadi Kapolri bukan masalah, yang penting adalah Kapolri baru harus mampu menjadi teladan dan segera mendorong jajaran Kepolisian agar meningkatkan kerja profesionalnya dan memperbaiki sikap maupun perilaku anggota Polri yang selama ini dikeluhkan masyarakat,” pungkas Neta. (BJ)

Advertisements