Home Headline Revitalisasi Kota Lama Hampir Selesai, Rencana Bakal Diresmikan Presiden

Revitalisasi Kota Lama Hampir Selesai, Rencana Bakal Diresmikan Presiden

468
Wakil Wali Kota Semarang meninjau progres revitalisasi kawasan Kota Lama Semarang

Semarang, 1/4 (BeritaJateng.net) – Revitalisasi Kota Lama mendekati 100 persen. Sebelumnya banyak keluhan dari masyarakat terkait molornya pengerjaan revitalisasi kawasan Cagar Budaya di Kota Semarang tersebut.

Ketua Badan Pengelolaan Kawasan Kota Lama (BPK2L), Hevearita Gunaryanti Rahayu menuturkan, selama ini hal yang belum dipahami masyarakat yaitu proses pengerjaan Kota Lama yang terbagi menjadi dua tahap.

Tahap pertama, yang didanai oleh Kementerian PUPR yaitu revitalisasi wilayah Sayangan dan sepanjang Jalan Letjen Suprapto ditarget akhir April 2019 ini rampung. Sebelumnya, pekerjaan itu ditarget rampung pada Desember 2018, namun karena ada kendala maka terpaksa diadendum sampai April ini.

“Molornya pengerjaan revitalisasi yang cukup lama tersebut yang membuat banyak pertanyaan di benak masyarakat. Apalagi, selama ini, Kota Lama menjadi magnet wisatawan lokal dan luar Kota Semarang,” kata Ita, sapaan akrab Hevearita, belum lama ini.

Ia menambahkan, DED Kota Lama yang berubah tersebut juga mengubah pengerjaan yang sebelumnya dijadwalkan hanya satu tahap, kemudian berubah menjadi dua tahap. Karena awalnya didesain revitalisasi Kota Lama tersebut semua jadi satu.

Ternyata dalam realisasinya harus dibagi menjadi dua tahap. Akhirnya semua berubah. Selain itu, perubahan tahap revitalisasi tersebut juga memengaruhi penghitungan anggaran. Praktis hal tersebut memakan waktu yang kemudian revitalisasi menjadi molor sampai sekarang.

Pihaknya optimistis jika April ini untuk revitalisasi tahap pertama sudah selesai. “Semoga wilayah mulai Sayangan sampai Jl Letjen Suprapto, pada April ini sudah selesai,” ujarnya.

Apabila tahap pertama sudah selesai, imbuh dia, akan segera dilanjutkan untuk tahap ke dua. Tahap ke dua tersebut yaitu revitalisasi di kawasan rumah pompa, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bubakan. Untuk tahap lelang ke dua mulai dari rumah pompa, RTH Bubakan baru dimulai setelah itu.

Direncanakan, revitalisasi tahap pertama akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

Terpisah, Manajemen Konstruksi PTAmitas Jakarta, Sonny Cahyo Bawono, selaku konsultan dari PTBrantas Abipraya, menjelaskan, permasalahan yang dia alami seperti adanya perubahan desain hingga problem sosial dan lingkungan. Desain awal menggunakan paving biasa untuk jalan utama dan jalur pedestrian.

Pekerjaan itu sudah jadi di ujung Jalan Letjen Suprapto, tepatnya di sisi Hotel Aston serta kompleks Susteran Gedangan. Namun oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono tidak berkenan karena dinilai kurang bagus untuk kawasan heritage.

Desain diminta diganti menggunakan struktur batu andesit atau batu alam. Desain diganti total sesuai permintaan Menteri PUPR. Total anggaran semula dari Rp 156 Miliar menjadi Rp 170 Miliar.  (El)