Home Headline Retribusi Tarif Layanan Sampah Di Semarang Naik Rp. 15.000

Retribusi Tarif Layanan Sampah Di Semarang Naik Rp. 15.000

935
0
      SEMARANG, 22/6 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota Semarang melakukan penyesuaian tarif retribusi pelayanan persampahan / kebersihan per 1 Juli 2018. Penyesuaian tarif tersebut berdasarkan Peraturan Walikota Semarang Nomor 18 Tahun 2018.
       Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Gunawan Saptogiri menerangkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi sebelumnya terkait penyesuaian tarif tersebut. Kenaikan paling tinggi terdapat di pengangkutan yang dilakukan langsung dinas sebesar Rp 55.000/meter kubik. Atau naik sebesar Rp. 15.000 dari tarif sebelumnya Rp 40.000.
       ”Apalagi selama enam tahun tarif retribusi sampah tidak pernah mengalami kenaikan. Tarif mengalami kenaikan mulai Rp 500 sampai Rp 3.000,” ujarnya.
      Adapun tarif pengangkutan pembuangan langsung ke tempat pembangan akhir yang sebelumnya Rp 7.500/meter kubik dengan penyesuaian tarif tersebut menjadi Rp. 12.000. Adapun untuk golongan  rumah tangga dengan kelas jalan V, IV, III, II dan I menjadi Rp 3.000- 12.000 setiap bulan.
     ”Keputusan penyesuaian tarif ini berlaku Juli 2018 dengan pelayanan Juni 2018. Tarif tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah, jika tidak dapat subsidi tarif paling rendah sekitar Rp 15.000. Untuk tarif retribusi pelayanan persampahan/ kebersihan masih terbilang kecil dibandingkan kota metropolitan lainnya seperti Surabaya dan Jakarta,” imbuhnya.
       Dia merinci anggaran pengelolaan sampah di Kota Semarang saat ini sekitar Rp 83 miliar. Terkait penyesuaian tarif tersebut pihaknya terus meningkatkan pelayanan.
       ”Misalnya selama 2017- 2018 sudah ada sekitar 250 kontainaer sampah yang diganti baru.”
      Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Agus Junaidi menambahkan, terkait penyesuaian tarif tersebut pihaknya terus meningkatkan pelayanan. Salah satunya dengan membeton jalur akses TPA Jatibarang dan membuat tempat cuci truk khusus di area tersebut.
       “Diharapkan dengan cara tersebut bisa memperpanjang usia armada dan meminimalisir bau dan sampah yang berceceran di jalan. Kami juga melakukan penghijauan di area TP untuk mengurangi polusi di pemukiman,” tandasnya. (El)