Home Lintas Jateng Renovasi Pasar Tanggul Solo Dijadwal Ulang

Renovasi Pasar Tanggul Solo Dijadwal Ulang

image

Solo, 9/12 (Beritajateng.net) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta menunda pelaksanaan renovasi Pasar Tanggul karena terbatasnya waktu pengerjaan seiring dengan keterlambatan pencairan dana bantuan proyek yang dijanjikan pemerintah pusat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkot Surakarta, Rohanah mengatakan bahwa pihaknya memilih menjadwal ulang pelaksanaan proyek renovasi Pasar Tanggul.

“Kami khawatir pengerjaannya tidak akan selesai sesuai waktu yang direncanakan,” kata Rohanah kepada wartawan di Solo, Selasa seperti dikutip Antara.

Ia mengatakan untuk anggaran yang dijanjikan Kementerian Perdagangan (Kemendag) baru turun atau cair belum lama ini.

Pemkot Surakarta telah dijanjikan bantuan sekitar Rp5 miliar dari Kemendag untuk merehabilitasi bangunan Pasar Tanggul.

Di sisi lain, Pemkot Surakarta juga mengalokasikan dana pendamping yang bersumber dari APBD dengan nilai yang sama, untuk membangun fasilitas pendukung seperti lahan parkir.

Pemkot Surakarta mengalihkan penggunaan anggaran pendamping tersebut untuk membiayai pembangunan tahap pertama Pasar Tanggul pada September 2014.

Hal itu disebabkan tak kunjung cairnya dana bantuan dari Kemendag. Asumsinya, begitu bantuan kementerian tersebut diterima pemkot, maka pembangunan infrastruktur lanjutan dan fasilitas pendukung pasar bisa dilanjutkan.

Pengalihan penggunaan anggaran juga dimaksudkan untuk mengupayakan penyelesaian renovasi, yang ditargetkan rampung akhir tahun 2014 ini.

“Begitu anggaran kementerian itu turun, kami memutuskan memberlakukan addendum, karena pencairannya sudah mepet. Waktu yang tersisa tidak memungkinkan untuk penyelesaian pada 2014,”ujarnya.

Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Pemkot Surakarta Subagiyo menambahkan lelang pengerjaan lanjutan renovasi Pasar Tanggul bakal digelar dalam waktu dekat.

“Diharapkan pada awal 2015 proyek bisa kembali dilanjutkan. Targetnya, Juli 2015 pasar itu sudah bisa ditempati pedagang,” katanya.

Pemkot Surakarta juga sudah menganggarkan dana sekitar Rp6 miliar untuk kelanjutan renovasi tersebut. “Sementara untuk finishing (penyelesaian akhir), kami akan mengupayakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Jumlah bantuan yang diajukan berkisar Rp5 miliar,” katanya.(ant/pj)