Home Headline Rencana Mogok Makan ADO Semarang Dinilai Ganggu Ketertiban Umum

Rencana Mogok Makan ADO Semarang Dinilai Ganggu Ketertiban Umum

161
illustrasi

Mitra Gojek : Verifikasi Akun Penting Untuk Keamanan Semua

SEMARANG, 23/9 (Beritajateng.net)-Beredar informasi, hari ini (23/9/2020), mitra dari Asosiasi Driver Online yang tidak lolos verifikasi akun akan menggelar aksi mogok makan di depan kantor Gojek Semarang, Jawa Tengah.

Rekan sesama driver Gojek menyayangkan aksi mogok makan yang akan digelar tersebut, pasalnya terkait penertiban aku joki dan penambahan fitur verifikasi wajah, Yanto sangat mendukung. Sebab hal itu dapat memberikan rasa aman bagi para konsumen, sehingga tetap nyaman menggunakan layanan Gojek.

“Saya setuju, itu untuk keamanan juga kan. Jadi konsumen merasa aman kalau identitas akunnya sama,” katanya.

Selain itu aksi ini dapat mengganggu protokol kesehatan yang selama pandemi COVID-19 ini telah rutin dilakukan para mitra driver.

“Menyayangkan sih, karena pasti berdampak ke kami. Selama pandemi seluruh mitra driver wajib ke kantor untuk melakukan disinfeksi dalam rangka penerapan protokol kesehatan. Kalau ada demo, kantor pasti tutup dan kami gak bisa lakukan penyemprotan disinfektan dan pemeriksaan,” ujar Yanto salah satu mitra driver asal Semarang, Selasa (22/9/2020).

Tidak hanya itu, aksi yang dilakukan di tengah pandemi COVID-19 dinilai dapat merugikan banyak pihak dan meresahkan masyarakat yang sedang berupaya mencegah penularan virus corona.

“Bisa merugikan orang banyak, sekarang kan ada larangan untuk mengumpulkan orang banyak, bagaimana kalau nanti malah berisiko penularan,” tambahnya.

Menurut Yanto, sebagai perusahaan yang tumbuh dan berkembang bersama para mitra, Gojek dinilai sangat responsif atas setiap keluhan, kritik, dan saran yang disampaikan oleh mitranya. Karena itu, menurutnya demo bukannlah cara yang tepat untuk menyampaikam keluhan.

“Kalau ada keluhan enggak perlu pakai aksi atau demo. Ada cara lain. Biasanya sebelum pandemi ini kami ada kopdar (kopi darat), bisa ngobrol di sana, kasih masukan, atau sampaikan langsung ke kantor, pasti langsung ditindak lanjuti, selama ini pihak perusahaan Gojek sangat cepat tanggap,” ujarnya.

Apa yang disampaikan Yanto, sejalan dengan pernyataan Head Regional Corporate Affairs Gojek Jabar, Jateng & DIY, Arum K. Prasodjo dalam pernyataan resminya terkait tuntutan mitra Gojek di Semarang.

“Kami sangat terbuka dan proaktif terhadap aspirasi mitra kami. Tanpa melakukan demo dan aksi apapun mitra dapat menyampaikan aspirasinya melalui wadah komunikasi formal yang kami miliki. Salah satu wadah komunikasi yang dilaksanakan secara rutin di seluruh area operasional Gojek adalah Kopdar Mitra Gojek dan berbagai platform komunikasi lainnya. Melalui kopdar, mitra dapat menyampaikan aspirasi, berbagi pengalaman dan memberi masukan sekaligus berinteraksi dengan sesama mitra dan manajemen. Di masa pandemi, kopdar tetap dijalankan secara virtual,” ujarnya.

Wadah komunikasi tersebut, lanjut Arum, telah digunakan oleh mayoritas mitra driver dan komunitas driver untuk berkomunikasi dan menyampaikan aspirasinya dengan baik dan damai. Kami menghimbau perwakilan massa yang hari ini melakukan aksi untuk dapat berkomunikasi dan menyampaikan aspirasinya secara baik dan mengikuti protokol kesehatan arahan dari pemerintah yaitu untuk tidak mengumpulkan massa, demi mengurangi potensi penularan COVID-19 di kota s
Semarang.

Tuntutan untuk Mengevaluasi Akun Joki
Untuk melindungi keamanan akun mitra dan menjaga kepercayaan pelanggan, Gojek mewajibkan mitra untuk menggunakan akun miliknya sendiri.

Penggunaan akun milik orang lain (akun joki) tidak diperbolehkan dan merupakan pelanggaran terhadap Tata Tertib Gojek sehingga akun tersebut akan dinonaktifkan.

Akan tetapi, Gojek juga memahami ada mitra-mitra yang aktif, memiliki kinerja yang baik dan menjadikan Gojek sebagai pekerjaan utama, namun sayangnya tidak menggunakan akun miliknya sendiri.

Bersamaan dengan diluncurkan fitur verifikasi muka bagi seluruh mitra driver beberapa waktu lalu, Gojek juga menjalankan Program Evaluasi Akun Joki, sebuah program yang memberikan kesempatan bagi semua mitra yang menggunakan akun bukan atas nama yang bersangkutan namun aktif beroperasi, akan diberikan satu kali kesempatan untuk dievaluasi akunnya.

“Apabila mitra lolos evaluasi, mitra akan diberikan akun miliknya sendiri dan akun sebelumnya tersebut akan dinonaktifkan,” ujarnya.

Proses evaluasi diukur dari penilaian terhadap kinerja akun tersebut serta ada-tidaknya pelanggaran berat seperti order fiktif, memakai aplikasi terlarang, menyelesaikan order tanpa mengantar, melakukan pelecehan terhadap pelanggan, dan pelanggaran berat lainnya.

Program ini diikuti oleh mitra driver kami di seluruh Indonesia dengan tingkat partisipasi yang tinggi. Mitra yang lolos evaluasi telah kami berikan akun miliknya sendiri dan akun lama yang digunakan akan dinonaktifkan.

Kebijakan ini merupakan wujud transparansi serta empati dari Gojek, untuk memberikan kesempatan mitra driver agar dapat terus bekerja mencari nafkah pada ekosistem Gojek dengan tetap mengedepankan prinsip keamanan dan sikap yang jujur.

“Fitur Verifikasi Muka merupakan fitur yang diluncurkan Gojek guna melindungi mitra driver dan pengguna dari berbagai risiko keamanan,” tandas Arum