Home Headline Rencana Koridor 8 Trans Semarang Disambut Antusias Masyarakat

Rencana Koridor 8 Trans Semarang Disambut Antusias Masyarakat

509
Rencana Koridor 8 Trans Semarang Disambut Antusias Masyarakat

Semarang, 25/11 (BeritaJateng.net) – Rencana dioperasionalkannya Trans Semarang koridor 8 pada 6 Desember 2019 disambut gembira oleh masyarakat di Kota Semarang, khususnya warga Kecamatan Ngaliyan, Gunungpati, Mijen, dan Semarang Barat yang akan dilalui secara langsung oleh rute ini.

Hal ini terungkap pada kegiatan Sosialisasi Trans Semarang koridor 8 yang digelar di Desa Wisata Lembah Kali Pancur.

Kepala Badan Layanan Umum Unit Pelaksana Teknis Dinas Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan dalam sambutannya menjelaskan jika koridor 8 ini sejalan dengan pengembangan jalur Wisata di Kota Semarang. Dimana rute koridor 8 akan melewati berbagai lokasi Objek Wisata seperti: Waduk Jatibarang, Goa Kreo, Plaza Kandri, Museum Ronggowarsito.

Ade mengungkapkan respon masyarakat cukup tinggi. Ini terungkap saat ia memaparkan rencana Koridor 8.

“Kami menerima banyak masukan terkait penambahan pembangunan Halte. Saat ini total 42 Halte telah Kami siapkan. Ada sekolah yang akan dilewati jalur Koridor 8 yang meminta didirikan Halte. Tujuannya mengurangi penggunaan kendaraan pada anak usia remaja yang tidak memiliki Surat Ijin Mengemudi(SIM). Dengan tarif yang terjangkau, diharapkan pelajar mau menggunakan transportasi umum,” tuturnya.

Koridor 8 direncanakan menggunakan armada bus sedang, 18 unit. Dengan 2 armada sebagai cadangan. Jam pelayanan untuk Koridor 8 dimulai pukul 5.30 – 17.45 setiap harinya dengan jarak tempuh 59 km.

Hadir dalam kegiatan sosialisasi Kasarlantas, Ketua Organda, para pemangku wilayah Camat, Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua LPMK, Pokdarwis Kecamatan Gunungpati dan Kepala sekolah di jalur yang akan dilalui koridor 8 Trans Semarang.

Ade berharap dengan adanya rute koridor 8 yang melewati tempat Wisata, masyarakat diseputar jalur Trans Semarang turut berkembang. Hal ini sejalan dengan program Walikota Semarang untuk aktiv dalam mengembangkan ekonomi setempat.

Saat ini Trans Semarang telah memiliki 7 koridor, yakni Koridor 1 Mangkang – Penggaron, koridor 2 Ungaran – Padi Raya, Koridor 3 Pelabuhan – Elizabeth, Koridor 4 Terminal Cangkiran – Stasiun Tawang, Koridor 5 Meteseh – Marina, koridor 6 UNDIP – UNNES, dan koridor 7 Genuk – USM – Balaikota.

“Total 8 Koridor dan 4 rute feeder telah kami siapkan untuk dioperasionalkan hingga 2021,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan dibukanya koridor 8 dengan rute tersebut sesuai dengan harapan masyarakat Kota Semarang agar transportasi massal Trans Semarang dapat menjangkau hingga ke daerah pinggir Kota Semarang.  “Perwal terbaru No 54 tahun 2019, telah menyertakan  khusus bagi Lansia dan veteran. Berdasarkan Peraturan Walikota Semarang Nomor 54 Tahun 2019 tentang  Bus Rapid Transit Trans Semarang terdapat penambahan untuk  lansia dan veteran,  Umum Rp. 3.500,- (tiga ribu lima ratus rupiah) sedangkan  Lanjut Usia,  Veteran,  Mahasiswa,  Pelajar,  Pengguna KIA  dan  Anak dibawah umur lima tahun sebesar Rp. 1.000,- (seribu rupiah). Sedangkan untuk  persyaratan lansia  dan  veteran,  syaratnya dapat menunjukkan KTP dengan usia minimal 60 tahun, dan untuk Veteran dapat menunjukkan Kartu Identitas Veteran,” pungkas Ade. (El)