Home Lintas Jateng Rem Blong, Truk Bermuatan Tanah Galian C Terguling

Rem Blong, Truk Bermuatan Tanah Galian C Terguling

613

Semarang, 2/2 (BeritaJateng.net) – Truk Mitsubishi Fuso bernopol H 1819 BC bermuatan tanah galian C seberat kurang lebih 30 ton, terguling di Jalan Raya Krapyak, Semarang, Selasa (2/2) sore tadi. Diduga truk mengalami rem blong, sehingga hilang kendali dan menyebabkan truk terguling.

Beruntung, tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Sementara sang sopir dan kernet truk hanya mengalami luka ringan. Namun, akibat kecelakaan tersebut Jalan Raya Semarang-Kendal mengalami kemacetan yang cukup parah.

Sebelumnya, truk berangkat dari tempat pengambilan tanah di sekitar Kawasan Industri Gatot Soebroto, Semarang.

Kemudian, truk melaju dari arah Barat ke Timur hendak mengirim tanah yang digunakan untuk proyek pembangunan di sekitar Kawasan Tambak Lorok, Kecamatan Semarang Utara.

Namun, sesampainya di turunan Jalan Raya Krapayak atau yang sering disebut Kawasan Penerbad, truk mengalami rem blong.

Sopir truk, Lasino (58) warga Gunung Pati, Kota Semarang mengatakan begitu truk mengalami rem blong, dirinya tidak dapat mengendalikan laju kendaraannya, karena kondisi jalan yang menurun.

Terlebih, kondisi truk yang seharusnya maksimal bermuatan 12 sampai 13 ton, pada saat itu, truk dalam posisi membawa muatan tanah seberat 25 ton sampai 30 ton lebih.

“Tidak disangka rem saya blong dan oli rem dalam keadaan habis setelah saya cek ternyata memang oli rem habis,”ujarnya.

Sang sopir lantas memutuskan menabrakan truknya ke median jalan tengah, karena didepan terdapat lampu traffic light yang disitu banyak berhenti sepeda motor dan mobil. Akibatnya, truk terguling dan muatan tanahnya pun langsung tumpah memenuhi jalan raya.

“Langsung saya tabrakan ke marka tengah. Tetapi truk saya malah terguling dan tanah tumpah memenuhi jalan raya,” tambahnya.

Tumpahan tanah tersebut dikhawatirkan Dwi yang juga rekan seprofesi Lasino, dapat mengakibatkan jalanan licin, sehingga akan membahayakan pengguna jalan yang melintas.

“Harusnya tumpahan tanah disemprot dulu dengan pemadam kebakaran. Khawatirnya, para pengguna jalan akan terpeleset dan terjatuh saat melintas,” kata Dwi saat membantu membersihkan jalanan.

Sementara itu, petugas dari Satlantas Polrestabes Semarang dan petugas Dishub Pemkot Kota Semarang langsung mendatangi lokasi untuk mengurai kemacetan. (Bjt02)