Home Lintas Jateng Relokasi Pedagang Johar Ditarget Sebelum Ramadan

Relokasi Pedagang Johar Ditarget Sebelum Ramadan

image

Semarang, 11/5 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota Semarang menargetkan tiga hari sebelum puasa atau Ramadan, pedagang pasar Johar telah menempati petak-petak penampungan sementara. Hal ini di sampaikan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dalam pressconference di Balaikota Semarang, Senin (11/5).

Menurut Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, Pemkot berencana menyiapkan sebanyak 4.850 petak di titik yang direncanakan sebagai tempat relokasi sementara untuk menampung para pedagang Pasar Johar.“Tadi sudah dihitung dengan Dinas Pasar ada sebanyak 4.719 pedagang, ditambah yang lain-lain, kami akan menyiapkan sebanyak 4.850 petak,” katanya.

Menurut dia, anggaran untuk pembangunan tempat relokasi sementara yang direncanakan di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang sudah dipersiapkan, dari APBD Kota Semarang maupun APBD provinsi.“Tiga hari sebelum Ramadan, kami targetkan pedagang (Pasar Johar, red.) sudah bisa menempati petak-petak di penampungan sementara. Sekarang ini (pembangunan tempat relokasi, red.) sedang dibahas,” katanya.

Pemkot Semarang, kata dia, berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk kejaksaan dan kepolisian tentang mekanisme pelaksanaan pekerjaan pembangunan karena memungkinkan dilakukan penunjukan. Untuk anggaran, Hendi, menjelaskan Pemkot Semarang akan menyiapkan anggaran maksimal Rp10 miliar dari APBD, sementara sisanya dibantu oleh APBD Provinsi Jawa Tengah.“Tadi Pak Gub (Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, red.) sudah menyampaikan, ‘berapa pun kebutuhannya, asalkan sudah dihitung oleh tim yang memiliki kapabilitas, kami dukung’,” ungkapnya.

Makanya, kata dia, pihaknya masih terus mengomunikasikan anggaran yang disiapkan dari APBD Provinsi Jateng untuk tempat relokasi sementara, dan kemungkinan lebih besar dari anggaran Pemkot Semarang. Hendi mengatakan pembangunan petak-petak di tempat relokasi sementara masih dibicarakan dengan tim teknis karena berkaitan dengan kebutuhan anggaran yang diharapkan bisa efektif dan efisien.

“Tim teknis sudah punya gambaran kontruksi, namun kami hitung nilainya masih lumayan besar. Makanya, kami sesuaikan, misalnya luasan petaknya dikurang sedikit, dan dari spesifikasinya mungkin. Spesifikasinya kan tidak harus membuat rumah baru. Namanya sementara. Yang penting, pedagang aman, nyaman, namun tidak membebani. Per petaknya mungkin tidak 2×3 meter, namun 2×2,5 meter,” katanya.

Yang jelas, kata dia, pihaknya tetap mengupayakan penyediaan tempat relokasi bagi pedagang Pasar Johar yang aman dan nyaman, namun anggaran yang diperlukan tidak terlalu membebani pemerintah. (BJ05)