Home News Update Rektor Udinus Gelar Mabit Bersama Mahasiswa

Rektor Udinus Gelar Mabit Bersama Mahasiswa

Semarang, 5/12 (BeritaJateng.net) – Badan Amalan Islam (BAI) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menggelar acara mabit (menginap) bersama Rektor, Ir. Dr. Edi Noersasongko., M.Kom dengan tema ‘Pemuda Pembaharu Bangsa’ di Masjid Baitul Muttaqin, Jumat (4/12) malam. Dihadiri oleh Ustadz Syahroni, Pembimbing BAI, Edi Faisal., M.Kom serta Ketua Takmir Masjid Baitul Muttaqin, Heru Pramono Hadi.

Hal ini bertujuan membawa suasana religius di lingkungan kampus. Selain itu Rektor Udinus juga memberikan motivasi kepada mahasiswa jika dalam memulai kegiatan apapun hendaknya didahului dengan doa.

Rektor Udinus, Ir. Dr. Edi Noersasongko., M.Kom tidak bermaksud mempersulit mahasiswa dalam kegiatan mabit (menginap) di kampus. Hanya saja kampus menjadi peluang lahan pasar bagi peredaran narkoba.

“Dari Badan Narkotika Nasional (BNN) memang menjelaskan pasar yang paling mudah dimasuki adalah lingkungan kampus. Presiden pun sangat membenci narkoba, bahkan bandar-bandar narkoba sampai ditembak mati.

Indonesia menjadi sasaran utama. Universitas besar-besar diamati terus, termasuk Udinus. Tidak ada yang bisa menjamin kampus terbebas lepas dari barang haram itu. Oleh sebab itu BNN mengharuskan kampus steril, pada malam hari tidak ada kegiatan,” tutur Edi kepada 80 mahasiswa yang hadir.

Mahasiswa bukan hanya yang tergabung dalam BAI ini, lanjut Edi, ada aktivis Menwa, Naik Gunung, Panjat Tebing dan lainnya. Menginap boleh namun harus ada tanggung jawab.

“Ini merupakan wujud sayang kita kepada mahasiswa. Udinus secara rutin akan melakukan tes urine secara acak. Bentuk perlindungan harus digalakkan secara berkelanjutan. Tujuannya untuk menjaga mahasiswa agar tidak terjerumus ke dunia narkoba,” imbuh Edi.

Ahsan Maulana, mahasiswa Fakultas Bisnis dan Manajemen meminta saran kepada Rektor Udinus, cara melepaskan diri dari kemiskinan. Untuk melepaskan diri dari kemiskinan, Rektor menekankan hanya diri sendiri yang bisa mengentaskan kemiskinan.

“Tidak tidur sampai subuh sudah biasa. Mudah-mudahan kesusahan membuatmu menjadi keras terhadap diri sendiri. Lelah fisik sudah biasa. Tidak usah mengeluh nikmati saja, bedoa dan terus berusaha Insya Allah diberi jalan,” saran Rektor kepada mahasiswa Fakultas Bisnis dan Manajemen tersebut.

Sementara itu, Ulfa Ryani, mahasiswa Teknik Informatika menanyakan wirausaha dari sisi manfaat. Rektor Udinus menjelaskan jika dengan berwirausaha minimal bisa mempunyai pegawai satu. Karyawan semakin banyak, doa juga semakin banyak dan baik. Ekonomi juga bisa bergerak, bermanfaat bagi diri kita sehingga melebar kepada orang lain. Itulah yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Ada juga Puspita, mahasiswa Prodi Akuntansi sekaligus aktivis kampus. Menanyakan langkah awal menjadi enterpreneurship. Cara dalam membangun hubungan satu sama lain dalam koridor Islami.

Menurut Ir. Dr. Edi Noersasongko., M.Kom, mengurangi timbangan, riba, dan mengambil bunga itu termasuk keluar dari koridor Islami.

“Dalam berbisnis sebaiknya yang wajar-wajar saja. Lihat pebisnis yang jujur, amanah, tidak usah macam-macam malah bertambah terus penghasilannya. Dari situ kita bisa belajar,” ujarnya.

Kesimpulannya, sebagai pemuda, mahasiswa Udinus sebaiknya bisa kembali kepada pedoman hidup, yaitu Al Qur’an dan Hadits. Berusaha berdekatan dengan Al Qur’an serta senantiasa taat kepada Allah SWT. (BJT01)