Home Headline Rekontruksi Penganiayaan Berujung Maut Di Gunungpati Terungkap, Korban Dikeroyok dan Diteriaki Begal

Rekontruksi Penganiayaan Berujung Maut Di Gunungpati Terungkap, Korban Dikeroyok dan Diteriaki Begal

327
0
Rekontruksi Penganiayaan Berujung Maut Di Gunungpati Terungkap, Korban Dikeroyok dan Diteriaki Begal
       Semarang, 5/7 (BeritaJateng.net) – Kasus pengeroyokan berujung kematian yang terjadi di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/6) akhirnya terungkap. Dari hasil rekonstruksi atau reka ulang, pemuda tanggung bernama Setyo Sasiam Utomo (20), tewas dianiaya setelah diteriaki begal oleh pelaku di Jalan Raya Pakintelan, Gunungpati, Semarang.
       Ditempat kejadian perkara (TKP) saat berlangsungnya reka ulang, Kamis (5/7). Polisi membawa keempat pelaku pembunuhan untuk menunjukkan proses penganiayaan terhadap korban. Ke empat pelaku masing-masing berinisial ED (22)  RMD (26) DD (18) dan WD (16) warga kalisegoro, Kota Semarang.
       Reka ulang itu dijaga ketat petugas yang turut menghadirkan keluarga korban untuk menyaksikan jalannya adegan demi adegan saat para pelaku menghabisi nyawa kerabat mereka.
       Peristiwa tersebut berawal dari adegan ke-4, saat korban yang sedang mengendarai motor bersenggolan dengan kedua pelaku utama yakni ED (22) dan RMD (26), warga Kalisegoro, Semarang.
Rekontruksi Penganiayaan Berujung Maut Di Gunungpati Terungkap, Korban Dikeroyok dan Diteriaki Begal

Tak terima disenggol, keduanya mengejar korban yang merupakan warga Sumurejo, Gunungpati, Semarang. Di TKP, mereka menghadang motor korban dan langsung melakukan pemukulan.

       Korban terjatuh dan terus dianiaya pelaku. Mendengar ada ribut-ribut, dua pelaku lainnya DD (18) dan WD (16) datang ke TKP. Saat itu pelaku ED meneriaki korban sebagai pelaku begal. Mendengar hal itu, keduanya ikut menganiaya korban secara membabi buta.
      “Saya saat itu emosi. Saya menyesal. Saya tidak tahu mengapa meneriakinya (korban) begal,” kata tersangka ED.
       Dalam proses itu, keempat pelaku memeragakan 18 adegan penganiayaan secara brutal hingga merenggut nyawa korban. Selain memukul dengan tangan kosong, mereka juga menganiaya korban dengan kayu dan batako.
       “Penganiayaan berawal dari senggolan di motor. Pelaku kemudian meneriaki korban dengan kata begal hingga membuat dua pelaku lain ikut menganiaya korban hingga meninggal,” kata Kapolsek Gunungpati Semarang Kompol Budi Abadi.
       Selain penyidik Polsek Gunungpati, proses reka ulang juga menghadirkan Inafis Polrestabes Semarang, Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang, serta pendamping tersangka yang salah satunya masih berstatus di bawah umur. (Nh/El)