Home Headline Rekayasa Lalu Lintas Antisipasi Kemacetan di Gerbang Tol Manyaran

Rekayasa Lalu Lintas Antisipasi Kemacetan di Gerbang Tol Manyaran

225
0
Rekayasa Lalu Lintas Antisipasi Kemacetan di Gerbang Tol Manyaran
       Semarang, 6/6 (BeritaJateng.net) – Menghadapi arus mudik lebaran yang tinggal beberapa hari lagi, membuat sejumlah pihak terkait sibuk mempersiapkan diri. Salah satunya pihak penyedia layanan jalan tol, PT Jasa Marga.
       Menghadapi lonjakan  arus mudik melalui jalan tol, Jasa Marga Cabang Semarang mempersiapkan rekayasa lalu lintas, sarana dan prasarana guna menunjang operasional.
       Rekayasa lalu lintas dilakukan di gerbang tol (GT) Manyaran, di Kota Semarang, Jawa Tengah. Di GT Manyaran diperkirakan menjadi titik kemacetan karena menjadi titik temu pemudik dari jalan pantai utara Jawa (pantura), dan jalan tol fungsional yang hendak menuju Surabaya atau Solo.
       General Manager Jasa Marga Cabang Semarang Johannes Mancelly mengatakan, rekayasa lalu lintas akan dilakukan jika kondisi di lapangan terjadi kepadatan. Salah satu caranya dengan menambah kapasitas GT menjadi 12 GT.
        “Khusus Gerbang Manyaran, kami melakukan peningkatan kapasitas transaksi. Tahun lalu ada delapan gardu, sekarang jadi 12 gardu,” ujarnya usai apel kesiapan di Tol Manyaran.
       Jasa Marga juga akan menggunakan 2 mobile reader jika upaya itu dirasa belum mencukupi.
        Rekayasa lain yang dilakukan dengan menetapkan lawan arus atau contraflow yang akan memakan sebagian jalur dari Semarang menuju Jakarta. Contraflow  akan dilakukan sejak simpang susun Krapyak hingga GT Manyaran.
       Dalam rekayasa lalu lintas ini, Jasa Marga bekerja sama dengan instansi terkait, terutama pihak kepolisian. “Alternatif lainnya, on ramp Kalipancur kami tutup kalau lalu lintas ke arah Gerbang Manyaran tinggi,” tambahnya.
        Puncak arus mudik yang melewati GT Manyaran diprediksi pada H-5 Lebaran atau pada 10 Juni mendatang. Diprediksi ada sekitar 40.229 kendaraan yang melintas di GT tersebut. Normalnya GT Manyaran dilintasi 16.473 kendaraan tiap harinya. Dengan 40.229 kendaraan, prediksi kenaikan mencapai 144 persen.
         Sementara puncak arus balik diprediksi pada H+4 atau 20 Juni 2018 dengan 38.464 kendaraan atau meningkat dua kali lipat dari normalnya sebanyak 16.804 kendaraan. (Nh/El)