Home Headline Recovery Pasca Banjir, Utamakan Pertanian dan Gedung Sekolah

Recovery Pasca Banjir, Utamakan Pertanian dan Gedung Sekolah

598
Recovery Pasca Banjir Utamakan Pertanian dan Gedung Sekolah

Demak, 27/01 (BeritaJateng.net) – Meskipun banjir sudah tidak lagi menggenangi  wilayah Desa Trimulyo Kecamatan Guntur Demak, namun hingga saat ini banjir masih menjadi ancaman warga sekitar, Pasalnya hingga kini masih terdapat 14 titik rawan di sepanjang tanggul sungai Tuntang.

Hal tersebut diungkapkan Lurah Trimulyo Suwandi saat menerima bantuan dari Bea Cukai Kanwil Jateng bersama anggota Komisi XI DPR RI Fatkan Subkhi.

“Ada 14 titik rawan di Desa Trimulyo, yang jebol diatas pipa. Keberadaan pipa ini Ada ratusan bahkan ribuan pipa dari sepanjang hulu hingga ke hilir. Kebetulan yang jebol ditempat kami, kami mohon supaya tidak merambah ke ranah lain, karena sudah tiga minggu kami tidak istirahat. Jangan sampai sudah kena musibah jangan ditambah lagi,” ujarnya.

Sementara itu Zayinul Fata wakil ketua DPRD Kabupaten Demak, mengatakan
bahwa Peran medsos sangat besar, karena ketika terjadi bencana yang lebih besar di Grobogan, di lapangan malah banyak pejabat yang membantu Demak.

“Itulah peran yang luar biasa dari medsos,” ujarnya.

Namun yang penting saat ini adalah Recovery pasca banjir. Karena dengan cadangan APBD yang ada dapat digunakan membangun sekolah rusak dan subsidi kepada petani yang gagal panen.

“Recovery anggaran pasca banjir nantinya akan dipakak untuk membangun infrastruktur maupun kebutuhan mendesak lainnya,” ujarnya.

Nantinya Kabupaten Demak akan mendapatkan  bantuan saluran irigasi di 50 titik dari Kementrian PU dari Fatkan.
Sementara itu Fatkan Subkhi dari komisi XI DPR RI mengatakan bahwa ini merupakan Pembelajaran bagi pemkab agar kedepan bisa mengalokasikan dana bencana yang selama ini diabaikan pemkab.

“Ini adalah siklus tahunan karena perubaham musim kita dorong kepala daerah supaya penanganan lebih maksimal,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu diserahkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 36 juta dan 700 paket sembako yang dikumpulkan dari seluruh kantor bea cukai kanwil Jawa Tengah untuk warga terdampak banjir di Desa Trimulyo. (BW/El)