Home News Update Reaksi Cepat Ita Tanggapi Warga Kurang Mampu Yang Butuh Penanganan Medis

Reaksi Cepat Ita Tanggapi Warga Kurang Mampu Yang Butuh Penanganan Medis

365
Calon wakil wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Ita langsung mendatangi Kusnanto, salah satu warga yang kurang mampu dan membutuhkan penangan medis. Kusnanto selama delapa tahun hanya tinggal bersama putrinya di rumah kecil dan kumuh di kawasan Candisari.
Calon wakil wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Ita langsung mendatangi Kusnanto, salah satu warga yang kurang mampu dan membutuhkan penangan medis. Kusnanto selama delapa tahun hanya tinggal bersama putrinya di rumah kecil dan kumuh di kawasan Candisari.
Calon wakil wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Ita langsung mendatangi Kusnanto, salah satu warga kurang mampu dan membutuhkan penangan medis. Kusnanto selama delapan tahun hanya tinggal bersama putrinya di rumah kecil dan kumuh di kawasan Candisari.

*Hebat Perjuangkan Jamkesmaskot Semarang 

Semarang, 11/10 (BeritaJateng.net) – Calon Walikota dan Wakil Walikota Semarang nomor urut 2, Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu berkomitmen untuk memperjuangkan berjalannya program Jamkesmakot di kota Semarang.

Hal tersebut ditunjukkan dengan aksi nyata, saat Ita–sapaan akrab Hevearita bergegas meluncur ke Karanganyar Gunung, Candisari, usai mendapati kabar bahwa di lokasi tersebut ada dua warga kurang mampu yang terserang penyakit. Keduanya adalah Kusnanto (47) warga Jangli Krajan RT 10 RW 06 dan Suparmi (30) warga RT 7 RW 6.

Kusnanto menderita lumpuh, anak semata wayangnya Nurul Ekasari (16) merawat selama 8 tahun.

Nurul mengatakan ayahnya hanya sempat dirawat selama 2 minggu di RSUP dr Kariadi. “Hingga saat ini belum ada diagnosa terkait penyakit yang diderita Bapak,” ujarnya.

Sementara Suparmi mengalami penggumpalan darah di otak setelah mengalami kecelakaan sepeda motor sembilan tahun silam. Namun karena keterbatasan dana, pihak keluarga hanya mempu merawat seadanya di kediaman masing-masing yang terlihat kumuh dan seadanya.

Ita yang mendapat kabar tersebut langsung bergerak untuk memastikan bahwa program jaminan kesehatan yang disediakan benar-benar menyentuh warga yang kurang mampu.

Sesampainya di lokasi, Ita langsung membantu fasilitasi pengobatan Kusnanto dan Suparmi ke RSUD Kota Semarang. Keduanya sudah memiliki kartu Jamkesmaskot Semarang namun belum begitu paham apa yang harus dilakukan.

Ita juga mengunjungi Suparmi, salah satu warga kurang mampu yang terkena penyakit penggumpalan darah di otak. Selama lebih dari sembilan tahun Suparmi sakit dan hanya terbaring lemas diatas tempat tidur.
Ita juga mengunjungi Suparmi, salah satu warga kurang mampu yang terkena penyakit penggumpalan darah di otak. Selama lebih dari sembilan tahun Suparmi sakit dan hanya terbaring lemas diatas tempat tidur.

 

“Program Jamkesmaskot adalah hal yang benar-benar diperjuangkan mas Hendi (Hendrar Prihadi,Red.) selama menjabat sebagai walikota. Maka menjadi kewajiban saya bersama-sama masyarakat semarang untuk memastikan setiap pasien kurang mampu mendapatkan pengobatan yang memadai,” tegasnya.

Seperti diketahui, pada APBD tahun 2010 anggaran Jamkesmaskot hanya dialokasikan sebesar Rp 13 M, dan bahkan anggaran tersebut pada tahun berikutnya (2011) diturunkan menjadi Rp 12,474 M.

Tidak cukup sampai disitu, pada tahun 2012, anggaran tersebut diturunkan kembali menjadi Rp 11 M. Hendi (Hendrar Prihadi) yang kemudian dilantik menjadi sebagai walikota semarang menggantikan walikota terdahulu langsung bergerak cepat memperjuangkan kenaikan anggaran Jamkesmakot di Semarang.

Alhasil, selama menjabat sebagai walikota, Hendi telah berhasil menaikkan terus anggaran tersebut. Tercatat pada tahun 2014, anggara tersebut telah naik drastis menjadi sebesar 43,5M.

Menurut Ita, Kusnanto dan Suparmi menjadi contoh kalau masyarakat sangat membutuhkan program jamkesmakot di Semarang. “Contohnya ini, di satu RW saja, sudah ada 2 warga yang membutuhkan penanganan medis namun terbatas dana. Maka menjadi komitmen kami kedepannya agar masyarakat di Kota Semarang mendapatkan layanan kesehatan yang optimal,” terangnya. (Bj)