Home Headline Razia Parkir Liar, Dishub Gembok Puluhan Sepeda Motor

Razia Parkir Liar, Dishub Gembok Puluhan Sepeda Motor

razia parkir liar

Solo, 16/2 (BeritaJateng.net) – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Surakarta, secara resmi melakukan aksi eksekusi dengan penggembokan bagi motor roda dua yang melanggar,  Senin (16/2/2015). Sedangkan bagi roda empat yang melanggar juga mendapatkan sanksi penggembokan dan sudah mulai berlaku sejak tahun 2014 lalu.

Razia yang berlangsung ini bertujuan untuk memberi kenyamanan dan keamanan  bagi pejalan kaki pada khususnya dan pengguna jalan pada umumnya.

Sebelumnya sosialisasi sudah dilakukan pada masyarakat luas sejak akhir tahun 2014 lalu terlait larangan parkir terutama di sepanjang citywalk kota Solo.

Kepala UPTD Unit Perparkiran Surakarta,  Muhammad Usman, menjelaskan pihaknya sudah mulai melakukan sosialisasi dan juga berkoordinasi dengan dinas terkait  seperti unsur Kejaksaan, Pengadilan, Satlantas, Reserse, dan dari Dishub.

“Petugas yang diterjunkan dalam razia ini ada sekitar 25 personil yang terdiri dari unsur Kejaksaan, Pengadilan, Satlantas, Reserse, dan dari Dishub,” jelasnya di Solo Jawa Tengah, Senin (16/2/2015). 

Usman juga menyebutkan lokasi yang dirazia pada daerah larangan parkir yang dinyatakan dengan rambu khususnya di sepanjang citywalk Jalan Slamet Riyadi. Dimulai dari bunderan Purwosari sampai nanti ke Gladak.

Razia kali ini mengamankan sekitar puluhan sepeda motor yang diparkir di sepanjang citywalk. Bagi masyarakat yang berdomisili di Solo yang terkena razia ini pengguna atau pemilik kendaraan bermotor roda empat dan roda dua yang terkena razia bisa menyelesaikan administrasi dengan membayar biaya untuk membuka gembok  sebesar Rp 100.000. 

“Meski sudah dikenai biaya buka gembok, bagi pelanggar tetap harus membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan pelanggaran lagi,” lanjut Usman. 

Usman melanjutkan razia ini secara terbuka dan transparan, ada kuitansi, dan nantinya uangnya juga akan masuk ke kas daerah.  

Pantauan sementara terkait jumlah kendaraan yang terkena gembok, jumlahnya mencapai puluhan kendaraan roda dua. Pelanggarannya mulai menurun karena sosialisasi, pemasangan spanduk, penyebaran pamflet kemarin dinilai efektif untuk memberitahukan kepada masyarakat ada larangan di parkir di sepanjang citywalk.

“Harapannya cukup dengan sosialisasi, spanduk, tanpa harus turun tangan melalui penggembokan masyarakat bisa tertib agar tidak parkir sembarangan,” lanjutnya.

Dalam razia kali ini Dishub Solo menyediakan gembok untuk sepeda motor sebanyak 100 buah, dan bagi roda empat sekitar 70 buah. (BJ24)