Home Kesehatan Rawan Bencana, PMI Demak Diminta Siaga

Rawan Bencana, PMI Demak Diminta Siaga

3103
0
Musyawarah Kabupaten X PMI Kabupaten Demak tahun 2018 yang berlangsung di Markas PMI Demak.

Demak, 22/4 (BeritaJateng.net)  – Banyak tantangan yang harus dihadapi PMI Kabupaten Demak, mengingat Kabupaten Demak merupakan daerah rawan bencana terutama banjir dan kebakaran. Karena itu, PMI Demak harus siaga setiap saat.

Sebagai daerah hilir, yang dilalui oleh sungai – sungai besar dan bermuara di Pantai Utara Jawa, hampir setiap datang musim penghujan, sejumlah wilayah di Demak dilanda banjir.

Selain banjir, bencana yang mengancam setiap saat yakni kebakaran, terutama pada musim kemarau.

“Dalam satu tahun, sedikitnya terjadi 100 periistiwa kebakaran rumah. Jumlah itu terus meningkat, terutama di daerah Karangawen,” kata Dokter Singgih Setiono, seusai Musyawarah Kabupaten X PMI Kabupaten Demak tahun 2018 yang berlangsung di Markas PMI Demak, Sabtu ( 21/4/2818 ).

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Demak, M Natsir beserta Wakil Bupati Demak, Joko Sutanto.

Dalam kesempatan itu, Dokter Singgih, kembali terpilih sebagai Ketua PMI Kabupaten Demak, masa bhakti 2018 – 2023, secara aklamasi.

Para peserta menghendaki Sekda Demak itu, kembali memimpin PMI Demak untuk lima tahun ke depan.

Menurut Singgih, PMI Demak terus memperluas cakupan wilayah kerja kemanusian, terutama desa-desa potensi bencana, mulai Karangawen, Mranggen, Guntur, Wonosalam dan Dempet.

“Kami siap siaga bukan hanya wilayah itu saja, namun seluruh wilayah Demak dari ujung ke ujung. Dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Untuk menunjang tugas kemanusian, selain didukung sarana dan prasarana penunjang, yang tak kalah penting adalah peningkatan sumber daya manusianya.

Guna meningkatan kemampuan para relawan dan menambah jam terbang, PMI Demak rutin mengadakan pelatihan dan simulasi sehingga ketika ada kejadian bencana, mereka bisa terampil dan cepat.

” Selama lima tahun kedepan, kita akan melengkapi sarana prasarana pendukung.
Menyiapkan tim yang solid dan kompak, ” pungkasnya. (El)