Home Headline Rawan Bencana Alam, Warga Blora Diminta Waspada 

Rawan Bencana Alam, Warga Blora Diminta Waspada 

Foto/ist

Blora, 19/12 (Beritajateng.net) – Ketua Forum Kewaspdaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Blora Wahono mengatakan, dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, Kabupaten Blora masuk wilayah rawan bencana alam.

Bencana alam yang terjadi di Kota Sate itu adalah banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan kekeringan. Sehingga, warga yang tinggal di daerah rawan bencana alam, diminta untuk meningkatkan kewaspadaannya.

”Kami imbau, agar warga selalu waspada. Karena, bencana alam datang secara tiba-tiba,” kata Wahono, Jumat (19/12).

Menurutnya, puncak bencana alam diperkirakan mulai bulan Desember tahun ini hingga bulan Februari 2015. Pada awal tahun nanti, diprediksi jika curah hujan akan tinggi.

”Sampai saat ini, Blora belum terbentuk BPBD. Sehingga, fungsi penanggulangan bencana masih berada di kantor Satpol PP. Mudah-mudahan, tahun depan sudah terbentuk, karena payung hukumnya sudah ada,” jelas Wahono.

Apabila Blora sudah terbentuk BPBD, lanjut Wahono, maka tinggal lima daerah saja di Jawa Tengah yang belum memiliki BPBD. Yakni Kota Salatiga, Kota Magelang, Kabupaten Wonosobo, Kota Tegal dan Kabupaten Sragen. ”Semoga saja, di Blora tidak ada bencana alam yang sampai merenggut korban jiwa. Oleh karena itu, peran BPBD jadi sangat penting,” terang Wahono.

Kabag Humas dan Protokol Irfan Iswandaru meminta masyarakat yang bermukim di daerah perbukitan, untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya tanah longsor. Karena,turunnya hujan lebat bisa memicu pergerakan tanah hingga menyebabkan longsoran.

”Yang perlu diwaspadai adalah wilayah yang berada di Pegungunan Kendeng Utara. Mulai dari Kecamatan Todanan, Bogorejo, Japah dan sebagian Kota Blora,” ujar Irfan.

Ia menyebutkan, pada Februari 2014 lalu, terjadi bencana tanah longsor di wilayah Todanan. Sebagian rumah warga rusak parah, karena tertimbun tanah longsor. Selain itu, di Kecamatan Japah juga terjadi bencana tanah longsor.(NG/ss)

Advertisements