Home Headline Ratusan Ulama Doakan Sudirman Said

Ratusan Ulama Doakan Sudirman Said

173
0

BREBES, 15/10 (BeritaJateng.net) — Lebih dari seratus ulama dan kyai dari berbagai pondok pesantren di Jawa Tengah mendoakan Sudirman Said. Mereka menyokong langkah Sudirman maju dalam kontestasi Pilgub Jateng 2018 mendatang.

Momen doa bersama itu dilakukan dalam acara Halaqoh (pertemuan) Alim Ulama Jateng di Ponpes Al Ishlah Assalafiyah di Desa Luwungragi, Bulakamba, Brebes, Jateng, Sabtu (14/10). Di antara para ulama dan kyai yang  hadir nampak KH Abdul Ghofur Maimun Zubeir dan KH Muhammad Wafi Maimun Zubeir.  Keduanya kakak beradik putra Mbah Maimun Zubeir, pengasuh Ponpes Al Anwar, Sarang, Rembang. 

“Mari kita doakan agar Pak Dirman mendapat keberkahan dan kemudahan dalam pemilihan gubernur Jawa Tengah 2018 mendatang,” kata KH Maghfur Idris, pimpinan Ponpes Hidayatul Muhtadin, Sragen, selaligus ketua panitia acara halaqoh itu.

Sudirman sendiri merasa senang bisa bersilaturahim dengan para kyai dari 35 kabupaten/kota di seluruh Jateng. “Apalagi didoakan ratusan kyai. Sungguh ini momen yang luar biasa,” kata Sudirman.

Bagi Sudirman, doa para kyai membuatnya makin percaya diri dalam melangkah. “Ini bekal spiritual yang penting dalam perjalanan saya untuk berkiprah di Jawa Tengah,” imbuh dia.

Sebelumnya, Sudirman bersama KH Abdul Ghofur Maimun Zubair tampil sebagai pembicara dalam halaqoh bertajuk Peran Pondok Pesantren Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Bangsa. Dalam pandangan Sudirman, pesantren merupakan salah satu wadah kaderisasi kepemimpinan.

Pendidikan pesantren yang mengajarkan nilai-nilai agama dan pengetahuan lain, beserta cara kehidupan kepesantrenan merupakan wahana yang baik untuk terciptanya pemimpin. Kemandirian yang merupakan tradisi santri merupakan bagian dari proses pembentukan kepemimpinan.

“Karena itu tidak heran jika banyak tokoh dan pemimpin di level nasional maupun daerah lahir dari rahim pesantren. Misalnya KH Abdurahman Wahid, Hidayat Nur Wahid, Din Syamsuddin, Zulkifli Hasan, dan sederet tokoh lainnya,” terang Sudirman.

Dalam forum itu Sudirman banyak mendapat pertanyaan dari para kyai. Mulai dari soal sikapnya terhadap full day school, kendaraan yang akan dipakainya untuk maju Pilgub, hingga kebijakannya untuk Ponpes jika terpilih nanti.

Sudirman berpendapat, semua persoalan ada jalan keluarnya. Asalkan pemimpinnya bekerja semata untuk kepentingan rakyat. 

“Yang kadang susah mencari jalan keluar karena ada kepentingan pribadi dan kelompok. Nah kalau sudah ada konflik kepentingan, sulit mencari jalan keluar,” imbuh dia. 

Sementara itu KH Abdul Ghofur menyampaikan, seorang pemimpin harus memiliki karakter yang kuat.  Pemimpin yang memiliki karakter yang kuat, akan mampu membawa kemajuan bagi masyarakat dan daerah yang ipimpinnya.

“Pemimpin yang memiliki karakter akan mampu menghadapi setiap tantangan,” ujar dia.

(NK)