Home Hukum dan Kriminal Ratusan Siswa TK di Blora Belajar Safety Riding 

Ratusan Siswa TK di Blora Belajar Safety Riding 

205
0
Ratusan Siswa TK di Blora Belajar Safety Riding 
       BLORA, 2/4 (BeritaJateng.net) – Ratusan anak-anak TK di kabupaten Blora Sabtu pagi (31/3/2018) dikenalkan dengan budaya safety riding. Acara pengenalan keselamatan berlalu lintas ini bertempat di halaman belakang Mapolres Blora.
      Kegiatan yang menghadirkan ratusan anak dari 13 TK Bhayangkari se-Kabupaten Blora ini bekerjasama dengan Satlantas Polres Blora. Hadir dalam kesempatan ini, Ketua Bhayangkari Cabang Blora,  Puteri Saptono.
       Dalam kegiatan ini, tampak ratusan anak-anak TK ini antusias berkendara dengan menggunakan sepeda, melintasi jalur yang terpasang marka dan lampu Apill. Mereka diperkenalkan tata cara keselamatan dengan menggunakan helm dan berbagai warna lampu lalu lintas sebagai alat pemberi isyarat berkendara.
        “Ketika lampu berwarna merah, maka anak-anak harus berhenti. Kalau hijau, maka diperbolehkan untuk jalan,” terang ketua Bhayangkari Blora, Puteri Saptono pada anak-anak yang tengah berkendara.
         Selain pengenalan Safety Riding, ratusan anak-anak TK ini juga diajak seru-seruan dalam lomba Drumband dan seni kreasi Tobelo.
          Ketua yayasan kemala Bhayangkari, Ibu Puteri saptono mengatakan, anak-anak merupakan aset bangsa yang harus dijaga keselamatannya.
         “Anak harus tumbuh tinggi dan menjadi harapan bangsa. Namun, apa yang terjadi hari ini, kecelakaan pada anak masih banyak. Kita sebagai orang tua harus berperan aktif untuk menjaganya,” ujarnya.
         Masih tingginya kecelakaan pada anak, pada peringatan yayasan kemala Bhayangkari ke-38, kata Puteri, pihaknya ingin bermain bersama anak, mengenalkan kepada mereka tentang keselamatan diri dalam berkendara dan menjaga keselamatan bagi orang tuanya.
        “Anak-anak ini nantinya sebagai pelopor dari keselamatan berlalu lintas bagi dirinya sendiri dan juga orang tuanya,” papar dia.
          Apalagi, dikatakan, pola pikir anak-anak diusia 0-6 tahun merupakan golden Age yang artinya menjadi usia emas untuk menanamkan kesadaran dalam berfikir. “Anak-anak ini nantinya diharapkan mengerti akan tugas-tugas polisi dan memandang polisi bukan sebagai sosok yang menakutkan. Namun, sebagai pengayom dan pelindung bagi masyarakat,” terangnya.
(MN/El)