Home Lintas Jateng Ratusan Siswa Gelar Doa Bersama Untuk Korban Tsunami dan Gempa

Ratusan Siswa Gelar Doa Bersama Untuk Korban Tsunami dan Gempa

774
0
Ratusan Siswa Gelar Doa Bersama Untuk Korban Tsunami dan Gempa
       KAJEN, 1/10 (BeritaJateng.net) – Sebanyak 250 siswa SMP Talun Kabupaten Pekalongan, menggelar doa bersama atas musibah gempa dan tsunami yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah baru-baru ini. Kegiatan itu didampingi langsung oleh para guru di Pantai Wonokerto Kabupaten Pekalongan.
        Kepala SMP 1 Talun Kabupaten Pekalongan Khoirul Huda mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk ungkapan duka cita, kepada seluruh masyarakat di Sulawesi Tengah yang terkena dampak gempa dan tsunami, baru-baru ini.
        “Selain itu dengan adanya hal ini diharapkan menumbuhkan rasa kebangsaan yang tidak mengenal ras, suku dan agama atau perbedaan lainnya serta menumbuhkan rasa saling menghormati tanpa ada rasa benci,” kata dia.
         Dikatakannya, dalam pelaksanaan doa bersama kali ini, juga diiringi dengan acara bersih-bersih pantai. Lantaran penting untuk menjaga kelestarian alam guna menghindari terjadinya hal tidak diinginkan seperti bencana alam.
         “Dengan bersih-bersih pantai ini juga mudah-mudahan bisa memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang diharapkan meningkatkan pendapatan pariwisata. Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama atau dukungan dengan pemerintah desa setempat dan lembaga swadaya masyarakat di bidang lingkungan,” tandasnya.
        Kepala Desa Wonokerto Kabupaten Pekalongan Widodo mengatakan, dirinya mengucapkan terimakasih kepada SMP 1 Talun yang telah peduli menjaga lingkungan meski berasal dari sekolah di dataran tinggi. “Acara doa sekaligus bersih-bersih pantai kali ini membuat kami semangat terus mendorong majunya wisata. Kami akan terus melakukan penataan secara bertahap, agar wisatawan semakin nyaman dating ke sini,” tuturnya.
         Salah seorang siswa SMP 1 Talun Kabupaten Pekalongan Umi Khoirun Nisa mengatakan, dengan adanya kegiatan ini membuat dirinya beserta teman-teman yang lain lebih menghargai keberadaan dan kebutuhan keseimbangan alam untuk menghindari terjadinya bencana. “Pelajaran yang bisa diambil yakni menjaga lingkungan, ketertiban dan toleransi,” ucapnya. (ST/El)